Kenapa Tahu Bulet di goreng Dadakan? (road to Sawarna part 2)

lanjutan dari part 1

Pantai Legon Pari

15 May 2017

Alhamdulillah bangun pagi ini badan segeeeeer, mas Nara dan dede Ran juga semangat untuk jalan pagi ini. plan hari ini, De Saputro akan melihat sunrise dari Legon pari beach. namun mempertimbangkan akses kesana yang tidak ada penerangan, jadilah De Saputro baru berangkat setelah agak terang.

masih menggunakan jasa ojek De Saputro berangkat pukul 5.30 pagi.jarak tempuh Legon Pari beach dan Karang taraje sedikit lebih jauh dari pantai tanjung layar, selain itu akses jalannya lebih sulit, selain jembatan gantung, kita juga mesti melewati perjalanan menanjak. bahkan motor matic yang Ayah sewa, meskipun sudah di gas sampai pol, karena tanjakan cukup curam, motor tidak bergerak, untung masih bisa dibantu bergerak dengan kaki, Alhamdulillah motor matic berhasil melewatinya. Lanjutkan membaca Kenapa Tahu Bulet di goreng Dadakan? (road to Sawarna part 2)

Kenapa Tahu Bulet di goreng Dadakan? (road to Sawarna Part 1)

tau, tahu bulet kan? yang banyak di jual di pinggir jalan menggunakan mobil pickup. kalau pernah mendengar iklan yang di keraskan melalui pengeras suara, kira-kira begini kalimatnya: “tahu bulet, di goreng dadakan, lima ratusan, enak coooy”

tau ngak kenapa tahu bulet di goreng dadakan? karena kalau di siapin jauh-jauh hari, jadinya tahu kotak, hehehehe. Lanjutkan membaca Kenapa Tahu Bulet di goreng Dadakan? (road to Sawarna Part 1)