Our 1st Camping (kemping) experience part 1

29 Oktober 2020

Mumpung sedang long weekend, Bunda punya usul untuk jalan-jalan bersama Eyang. tapi karena masih pandemi covid-19 mesti cari tempat wisata yang tidak terlalu ramai nih. Awalnya mau ke daerah Jawa Tengah, selain silaturahmi, tapi usul tersebut dibatalkan, karena masih pandemi, cukup ke daerah Bogor saja tidur di tenda dan menikmati segarnya hawa pegunungan.Setelah menimbang beberapa kandidat, akhirnya terpilih Nirvana valley resort untuk kunjungan kali ini, kebetulan De Saputro belum pernah mencoba jalur puncak 2.

Seminggu sebelum keberangkatan, Bunda WA pengelola untuk pemesanan Villa, rencananya kita mau pesan 1 villa yang ada dapurnya, 1 villa kecil dan 1 tenda. Namun saat akan membayar DP beberapa hari kemudian, hanya tersisa 1 villa kecil. jadi dengan terpaksa kita pesan 1 villa kecil dan 2 tenda. Oh iya karena tempat ini belum ada di aplikasi semacam traveloka, pegi-pegi booking.com atau Agoda dan sejenisnya, jadi pemesanan masih lewat jalur pribadi. Jadi harus cepat-cepat mentransfer DP, sebagai bukti pemesanan

Jalan-jalan kali ini karena De Saputro pergi bersama Eyang Kung, Eyang Uti, Om Dion, Ummi, Dede Qiana dan dede Qai. agar tidak sesak, diputuskan membawa 2 mobil dari Depok, Kira-kira pukul 9.30 berangkatlah kita menuju Nirvana Valley resort, yeahhh

Lokasi Nirvana Valley berada di jalur puncak 2, Berdasarkan penelusuran google, ada beberapa rute yang bisa dipilih. namun yang tercepat keluar digunung puteri ke arah pasar citeureup jalan yang dilewati tidak selebar jalan utama puncak hanya cukup mengakomodir 2 mobil ahkan dibeberapa tempat, hanya cukup 1 mobil saja, jadi terkadang kita perlu berhenti sejenak menunggu mobil yang berlawanan arah lewat, dikanan-kiri jalan ada pemukiman warga.

Kira-kira 7KM sebelum sampai di Nirvana valley resort, mulai ada perbaikan jalan. Ada yang berupa pengecoran, ada juga yang baru digali di bagian kanan dan kirinya. Disinilah kemacetan dimulai, saking lamanya menunggu, beberapa driver termasuk Ayah memilih turun dari mobil sekedar meluruskan kaki. Beberapa mobil menyerah menunggu kemacetan tersebut dan memilih opsi balik arah.

Ayah sendiri memilih menunggu, karena Ayah cek di gmaps, tidak melihat jalur alternatif terdekat. Setelah sabar menunggu, tidak beberapa lama, mobil mulai maju perlahan, dan saat sampai di pertigaan jl Kampung ciherang, warga sekitar yang mengatur lalu lintas mengalihkan kendaraan yang mau ke arah Nirvana valley dan Khayangan melewati jalan lain.

Saat arah perjalanan di belokkan, Gmaps mencari jalur alternatif tidak jauh dari pertigaan tempat dimana Black Gundam dibelokkan, Gmaps menunjukkan jalan lain, namun ups kok jalannya kecil ya. Saat itu Ayah berfikir, gpp deh sekalian ujicoba. Daaaan ternyata semakin jauh ke dalam, jalan hanya cukup untuk satu mobil saja, sempet dag-dig-dug, khawatir ada mobil dari arah yang berlawanan.

nyasar ke jalan setapak mobil

Meski khawatir, karena sempitnya jalan, tapi pemandangannya bagus loh. Menjelang masuk ke jalan utama, ternyata ada mobil pickup dari arah berlawanan, Om dion segera mundur cari posisi agar mobil di depan bisa lewat, namun Ayah tidak ada space lagi untuk mundur, ditengah kepanikan, black gundampun menabrak dinding rumah salahsatu warga.

Brak, meninggalkan penyok di black Gundam

Melihat Ayah kesulitan mencari posisi dibelakang, mobil pickup berinisiatif untuk mundur, meskipun jalan menanjak, pickup bisa lancar berjalan mundur mencari posisi yang pas. Alhamdulillah, akhirnya black Gundam dan mobil Om Dion berhasil masuk ke jalan utama.

Masuk jalan utama sedikit lebih tenang, tidak khawatir sempitnya jalan dan dag dig dug saat ada mobil dari arah berlawanan. Namun rasa khawatir kembali melanda saat tanjakan-tanjakan yang cukup curam berada di depan mata. Untungnya sudah bawa black Gundam, kalau ngak bisa was-was sepanjang perjalanan. Alhamdulillah sampailah De Saputro di Nirvana valley resort, langsung deh parkirin black Gundam sambil istirahat sejenak.

Setelah parkir dan ke toilet sejenak, kok mobil om Dion tidak kunjung sampai ya, jangan-jangan mereka bablas ngak lihat tanda Nirvana valley resort dan mengikuti Gmaps. langsung deh Ayah telp Eyang, Ummi dan Om Dion, namun ketiga nomor itu tidak bisa dihubungi. Kayaknya ngak dapet sinyal nih. Sambil terus mencoba menghubungi, Ayah coba WA ke group memberitahukan bahwa kita sudah sampai di Nirvana valley resort.

Kira-kira setengah jam kemudian, sampailah mobil om Dion di Nirvana valley resort, ternyata mobil yanh dikemudikan tidak kuat nanjak disalahsatu tanjakan, sehingga harus didorong warga sekitar. Konon saat sedang menanjak, ada mobil yang berhenti, sehingga momentum mobil hilang dan tidak kuat menanjak. Kasihan Eyang Kung dan Eyang Uti yang kebetulan naik dimobil itu harus turun dan berjalan ditanjakkan.

Setelah pasukan komplit, kitapun mulai diantar menuju kamar villa yang kita sewa. di Nirvana valley resort ini ada 2 jenis villa yaitu villa segitiga, ada villa jagung (konon jenis yg kotak sedang dalam pembangunan). dari kedua jenis villa ini, villa segitiga yang ada dapur dan ukurannya lebih besar, sedangkan villa jagung tidak terlalu besar, hanya ada tempat tidur, dan kamar mandi saja. Dan yang bikin horor untuk tipe villa jagung, yaitu kamar mandinya tidak ada pemanas airnya, Mandi dengan air dingin di tengah udara dingin pegunungan. horor kan? hehehe.

Selain tidak ada pemanas air, di villa tipe ini juga tidak tersedia kettle listrik untuk memasak air, padahal sudah bawa beberapa minuman seduh dan popmie, bakalan ngak bisa nyeduh popmie, atau buat minuman hangat nih. Untungnya setelah request, kita diberikan satu termos air panas untuk membuat minuman dan menyeduh mie Instan. Lumayan lah, bisa menyeruput yang hangat-hangat di tengah dinginnya udara pegunungan

selesai meletakan barang-barang di villa, petugas yang membawa tenda, menanyakan mau dipasang dimana tenda tersebut, agar mudah mengakses kamar mandi diputuskan dua tenda yang dipesan dipasang di depan kamar. setelah satu tenda terpasang, eh kok kayaknya kurang ya ya tendanya, kamar villa buat eyang Kung dan Eyang uti, satu tenda buat Ayah & Bunda, satu tenda buat Ummi dan Om Dion. jadi deh kita pesan satu tenda lagi buat Dede Ran, Dede Qiana dan Dede Kai. dan berikut penampakan villa dan tenda di Nirvana valley resort

bersambung ke part-2

Satu pemikiran pada “Our 1st Camping (kemping) experience part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s