The highest waterfall in Java

6 Juli 2019

Setelah menikmati nasi Bebek dinegeri asalnya, hari ini De Saputro berencana akan pergi ketempat pertapaan Gajahmada sebelum beliau dikabarkan menghilang.

De Saputro di tempat Pertapaan Gajahmada terakhir

Sebelum berangkat, main air dulu, sebisa mungkin, jika sedang jalan-jalan seperti ini, Ayah dan Bunda usahakan di Hotel tempat menginap ada fasilitas kolam renangnya. jadi Mas Nara dan Dede Ran bisa ke tempat favoritnya, berenang. Hotel tempat menginap kali ini adalah Haris Hotel Gubeng di Surabaya.

Berenang dulu di hotel

Usai berenang dan sarapan pagi, saatnya black Gundam melaju menuju arah probolinggo. lumayan juga nih sejak ada tol menuju probolinggo, perjalanan jadi lebih cepat, cukup keluar tol Tongas, langsung ikutin aja jalan menuju gunung Bromo.

Sebenarnya perjalanan ke Air terjun Madakaripura ini, sekaligus ujicoba black Gundam, apakah worthed menggantikan Silver Gundam atau tidak. sayang, jalannya belum terlalu ekstrim naik dan turun, tapi sudah cukup bisa merasakan kenyamanan Black Gundam daan hasilnya yup Black Gundam cukup worthed menggantikan Silver Gundam yang sudah menemani perjalanan De Saputro selama 7 tahun.

setelah melewati jalan berliku, akhirnya Black Gundam sampai di area parkir Mobil air terjun Madakaripura. Dari tempat pemberhentian mobil ini, kita perlu naik ojek ke gerbang masuk air terjun, sebenernya sih bisa jalan kaki, tapi kan kita generasi Mager, jadi ojek lah kita pilih untuk perjalanan ini.

Ojek to Madakaripura entrance gate

kira-kira 7 menit perjalanan, sampailah De Saputro di pintu Gerbang Madakaripura. bayar entrance fee dulu di Gerbang masuk.

Pintu Masuk Madakaripura

Setelah memasuki gerbang pintu masuk, akan didapati patung Gajahmada, yang sedang pertapa. Ini menandakan inilah tempat pertapaan Gajahmada terakhir

Gajahmada

dari pintu masuk ini, ternyata kita perlu menyusuri pinggir sungai sampai ke air terjun Madakaripura, dulu, sebelum objek wisata ini ramai dikunjungi, kita perlu menyusuri sungai saat menuju kesana. jika hujan dan menyebabkan air sungai meluap kita tidak bisa mengunjungi air terjun ini. namun sekarang sudah dibuatkan jalur di pinggir sungai, yang bisa dilewati kapan saja. berikut rekaman saat menuju air terjun Madakaripura

Road to Madakaripura waterfall

hasil tracking mulai dari pintu masuk ke air terjun Madakaripura sekitar 2.5KM, jadi siapkan fisik ya kalau mau kesini. Oh iya, karena ini wisata air terjun, jadi terkena air pasti tak terhindarkan. kalau tidak mau baju yang dipakai basah kuyup, jangan lupa membawa Jas hujan kalau mau kesini ya. Buat yang kelupaan terkadang ada juga penjual jas Hujan plastik menjelang air terjun.

De Saputro At Madakaripura

makin masuk kedalam, pemandangannya semakin bagus, kita bisa menikmati showering sambil menikmati pemandangan alam yang cantik ini

cantik kan?

setelah menikmati air terjun pertama, perjalanan dilanjut untuk melihat air terjun kedua yang letaknya lebih didalam. untuk akses, ada bagian yang cukup sulit, terutama untuk anak-anak, tapi kalau mau bersabar, pasti bisa melewatinya, berikut rekaman De Saputro saat menuju air terjun kedua.

perjalanan De Saputro ke air terjun Madakaripura kedua

konon disinilah tempat pertapaan terakhir Gajahmada (Hamukti Moksa), dan disinilah juga terakhir kali terlihat.

Air terjun tertinggi di pulau Jawa.

Yuk ke air terjun tertinggi di pulau Jawa, Madakaripura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s