Gundam Goes to Sumatera

12 Agustus 2017

Setelah beberapa purnama, akhirnya plan untuk menyebrang pulau (dari pulau Jawa ke Sumatera) akan terealisasi. kebetulan Mas Dan Dede belum pernah merasakan naik kapal penyebrangan yang besar macam ini. kalau yang kecil-kecil seperti saat hoping Island di Belitung sih sudah pernah. Mudah-mudahan di jalan-jalan kali ini bisa memberikan pengalaman Mas Nara dan Dede Ran saat menyebrangi selat Sunda, siapa tau nantinya akan ada jembatan atau terowongan diselat Sunda, jadi tidak punya kesempatan merasakan penyebrangan menggunakan kapal Fery.

seperti biasanya, De Saputro, paling senang jika memulai perjalanan di pagi hari, biasanya satu jam atau lebih sebelum sholat Shubuh. sampai di pelabuhan Merak masih cukup pagi, kendaraan yang mengantri untuk masuk ke kapalpun masih belum terlalu banyak

Silver Gundam Mengantri masuk kapal

Setelah menunggu mobil-mobil dari Lamung keluar kapal, akhirnya Gundam masuk ke dalam kapal, besar juga kapalnya, dan Gundam diarahkan naik bagian ke atas kapal, pas nih, biar si Gundam bisa menikmati semilir angin laut, hehehe. usai parkir disalahsatu sisi, tidak lupa De Saputro untuk berfoto di depan Gundam, yeah akhirnya Gundam naik kapal

De Saputro dan Gundam di Kapal Fery

saatnya mencari tempat duduk yang nyaman sambil menikmati panorama laut dan semilir angin laut. Gundam goes to Sumatera

Gundam menikmati semilir angin laut

kira-kira 2,5 jam perjalanan, sampailah De Saputro di pelabuhan Bakauheni, yeahh akhirnya Gunda, menapakan kakinya di pulau Andalas, langsung deh tancap gas melanjutkan perjalanan ke arah Lampung. sebelum mencapai kota Lampung, Ayah punya ide untuk mampir sejenak di kawasan Kalianda, untuk sekedar menikmati pantai dan menikmati semilir angin, sambil cari makan siang, khas Lampung.

Gundam di pantai Kalianda

pantainya sepi, padahal inikan hari sabtu, apa Ayah salah pantai ya?, hehehehe. setelah crosscheck ulang, ternyata tidak salah pantai, mumpung pantai sepi, saatnya main air di pantai, yeaaaaaah.

Mas Nara & Dede Ran berjalan dipinggir pantan

lelah bermain air di pantai, kok tidak lihat ada yang jual makanan ya, padahal perut sudah mulai bernyanyi, padahal kalau saja ada yang menjual makanan, bisa sampai sore nih disini. jadilah dicukupkan kunjungan ke pantai Kalianda, dan kita lanjutkan perjalanan ke kota Lampung sambil mencari tempat makan. kebetulan sudah lama tidak makan pindang ikan, pas nih ketemu Pindang Restaurant Riu, konon rasanya Maknyusss

De Saputro di Restaurant pindang Riu

Pindang ikan Baungnya Maknyuss nih, mirip-mirip dengan rasa pindang Baung di Palembang. setelah perut terisi, saatnya menuju Hotel, untuk beristirahat sejenak, hotel yang sudah dipesan kali ini adalah Bukit Randu Hotel, tempatnya berada di ketinggian pemandangan dari Balkonnya bagus banget, bisa melihat kota Lampung dari ketinggian

Kota Lampung View dari Bukit Randu Hotel

setelah cukup beristirahat, saatnya mencari makan malam, dapat bocoran dari salah satu teman Bunda, kalau ke Lampung, jangan lupa mampir ke Bakso Sony. langsung deh kita cuy mencari kuliner yang satu ini. Akhirnya setelah cabang kesekian, menemukan juga cabang Bakso Sony yang masih buka, yang lain sudah tutup karena sudah habis. rasa Baksonya lembut dan rasanya Maknyusss

Bakso Sony + Kelapa Muda, Maknyusss

usai menikmati bakso Sony, masih ada space nih buat Duren/durian, jadi deh mampir sejenak sebelum kembali ke hotel untuk menikmati Durian Lampung. sayang Ayah datang saat belum musimnya,

Durian Lampung

usai mabuk Duren, perut kenyang, matapun mulai riyep-riyep, saatnya kembali ke hotel nih untuk beristirahat. selamat malam Lampung.

bangun pagi, langsung disambut ajakan Mas Nara dan Dede Ran yang mau berenang, mumpung di hotel nih, yuk kita menikmati segarnya kolam renang Bukit Randu

Berenang dulu sebelum melanjutkan aktivitas.

puas berenang dan main air, langsung deh mandi dan pakai baju baru biar seger, karena kita akan melanjutkan perjalanan ke salahsatu teman kuliah Bunda di Lampung tengah.

Lampung from(almost) top

saat Perjalanan ke Lampung tengah kita menemukan banyak nama Desa bernama daerah-di pulau jawa, ada Purwodadi, sidomukti, kertosari dan lain-lain, berasa masih di Pulau Jawa, hehehe.

Perjalanan menuju rumah teman kuliah Bunda di daerah Putera Rumbia, cukup sulit bagi Gundam, karena jalan yang rusak membuat Gundam beberapa kali harus jalan pelan sekali, setelah melewati jalan-jalan penuh tantangan itu, akhirnya sampailah Gundam di rumah teman Bunda, langsung disajikan nikmatnya pempek Lampung

Nikmatnya Pempek Lampung Tengah, sampe nambah euy

sesudah ngobrol-ngobrol dan bercengkrama, waktu sudah hampir sore, padahal pesan salahsatu teman Ayah, sebisa mungkin jangan lewat jalur timur dimalam hari, tapi karena keasyikan ngobrol, sampai kita lupa waktu. pulangnya akhirnya kita di antar melewati jalur pintas dari Putera Rumbia menuju Lintas timur Sumatera, jalan pintasnya masih tanah, sempet deg-degan tadi, khawatir Gundam slip.

jalur pintas Putera Rumbia to Lintas Timur.

sesampainya Jalan lintas timur sumatera, mulailah Gundam dipacu, sedikit khawatir, karena menurut Gmaps, kita baru sampai di Bakauheni pukul 8 malam. tapi kekhawatiran lenyap, saat melihat keadaan jalan yang cukup ramai. Insya Alloh Aman. oh iya saat menyusuri Jalan lintas timur Sumatera, sempat lihat Way Kambas, mungkin dikunjungan berikutnya kita mampir melihat Gajah-gajah Sumatera.

Alhamdulillah sampai juga di Bakauheuni, langsung deh masuk ke Kapal Fery untuk persiapan penyebrangan ke Merak. lumayan bisa meregangkan otot kaki sebelum melanjutkan perjalanan ke Depok

Mas Nara & Dede Ran saat perjalanan dari Bakauheni ke Merak.

Yuk kita ke Sumatera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s