Kedondong

16 Agustus 2020

usai mengantar Mas Nara ke boarding school, awalnya Ayah dan Bunda berencana mau jalan sejenak ke Cirebon, mencari semangkuk empal dan sepirinh nasi jamblang, namun karena waktu tempuh yang kurang worthed, Ayah, Bunda dan Dede sepakat kerumah Engkong di Bekasi.

Kurang lebih 1 jam perjalanan, sampailah kami di rumah Pakde, loh kok bukan rumah Engkong tapi ke rumah Pakde? rumah Engkong dan rumah Pakde hanya bertaut 100M saja. Khawatir tidak ada tempat parkir di dekat tempat Engkong, jadi Ayah parkirnya deket rumah Pakde, oooo gitu toh alesannya.

Berkumpul bersama keluarga besar merupakan momen yang mengasyikan, karena bisa ngobrol dengan Eyang Mami, Bude, Tante, Om, Pakde dan Engkong, walaupun ditengah sesi Ayah tidak ikut bercengkrama, karena tertidur di sofa atas. inilah salahsatu kelebihan kaum PELLOR (nemPEL, langsung moLOR) yaitu bisa tidur kapan saja dan dimana saja, meskipun ditengah keramaian, hehehe

Setelah bangun dari tidur yang singkat, Ayah segera menunaikan Sholat Zuhur, sueger rek, lanjut bincang-bincang lagi sama Eyang Mami, Bude, Tante dan Bunda. Eh tapi kok laper ya, Ayah cari makanan dulu deh, akhirnya sepakat untuk membeli Mie Ayam Bangka yang melegenda itu. Mie Ayam Bangka ini adalah salahsatu faboritnya Bunda dan Mas Nara, dulu kalau Ayah, Bunda, Mas dan Dede ke Bekasi, sering mampir dulu kesini, dan buat Mas dan Ayah satu porsi Mie ini tidak pernah cukup, jadi Ayah dan Mas sepakat nambah satu porsi lagi untuk berdua, hehehe.

Sambil makan Mie Ayam, perbincangan dilanjut, mulai dari hal remeh temeh seperti kebijakan pemerintah sampai hal yang penting seperti kebiasaan membuang sampah, tak sadar waktu sore pun datang, awalnya Ayah dan Bunda berencana pulang ke Depok setelah Ashar, namun karena dede masih asik main sepeda, kepulanganpun ditunda, lanjut ngobrol lagi dan berjanji akan pulang setelah Maghrib

De Saputro sedang bercengkrama

Obrolan kali ini membahas tentang tanaman, didepan rumah Om Ricky dan Pakde Reza sekarang ada banyak tanaman, rupanya om Ricky dan Pakde Reza lagi seneng nanem pohon, saat lagi ngobrol tentang taneman, om Rickypun berkisah, kalau di toko tanaman langganannya selain pohon untuk keindahan ada banyak pohon buah, ada kedonding, mangga, terong (ini buah apa sayur ya) dan lain-lain.wah kebetulan nih, Ayah dan Bunda memang lagi kepingin menanam pohon untuk di taro di depan rumah di Cilebut, tapi belum menentukan pohon apa, niatnya supaya didepan rumah Cilebut bisa lebih adem, dan siapa tau bisa mengambil manfaat buahnya.

Ngomong-ngomong soal menanem pohon, di dalam Agama Islam, ada keutamaan loh kalau kita menanam pohon, mau tau kan? Nih hadistsnya

Keutamaan menanam pohon

Om Ricky sebenarnya mengajak Ayah untuk lihat-lihat taneman, tapi entah kenapa Ayah lagi kurang semangat, jadi deh Om Ricky jalan dengan Pakde ke toko taneman langganannya, sampai disana Ayah di vcall sama om Ricky sambil ninjukin dan nawarin pohon kedondong yang diceritakan sebelumnya, Ayah jadi kepincut deh, dan mengiyakan untuk ambil pohon kedondong ditambah pohon terong.

Pertanyaan mulai muncul dibenak Ayah, Engkong, Eyang Mami, Bude, tante Ria, bagaimana Om Ricky dan Pakde membawa pohon kedondongnya, secara mereka hanya mengendarai motor saking penasarannya kita tunggu kedatangan Om Ricky dan Pakde Reza, menjelang waktu Maghrib, sampailah Om Ricky dan Pakde Reza

Membawa Kedondong dengan motor

Makasih ya Om Ricky dan Pakde Reza, jadi repot-repot ngebawain pohon Kedondong.

Penampakan pohon kedondong

Loading pohon kedondong kedalam mobil ternyata butuh effort ekstra, karena pohon ternyata tidak bisa didirikan, jadi harus dengan posisi miring

Loading Pohon kedondong ke Black Gundam

17 Agustus 2020

Pagi hari Ayah teringat oh iya, kemarin dibeliin pohon kedondong, coba lihat ahh, sambil cari posisi yang bagus untuk penempatan, dan sambil menunggu polybag dibeli untuk dipindahkan ke tempat yang baru.

pohon kedondong sampai Depok

Sudah pindah kewarganegaraan nih pohon kedondong, dari planet Bekasi eh belinya di Jakarta ding ke kota Depok tercinta, semoga di Depok engkau tumbuh dan berbuah yang banyak ya, biar buahnya bisa Ayah makan dan ngerujak.

Apa kamu punya pohon kedondong?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s