Tertabok buku ini

30 Juli 2020

Saat sedang buka Medsos, Ayah lihat status salah satu akun yang Ayah follow beberapa bulan lalu, ternyata beliau pernah menulis buku, judulnyapun sedikit aneh (Tabok Muka Sendiri).

Tabok Buka Sendiri+Mie boncabe+sawi hidroponik

Penasaran sekaligus tertarik ingin segera membeli buku ini, apalagi keuntungannya digunakan untuk infaq ke kaum Dhuafa, tapi karena untuk pembelian sepertinya harus lewat Facebook messengger, Ayahpun mengurungkan niat membeli buku ini, maklum Ayah tidak install facebook messenger di henpon. Kepikiran mau coba cari di market place, tapi kelupaaan (hehehe).

buku Tabok Muka Sendiri dari Bang Roel dan Bang Gaw

3 Agustus 2020

Lagi-lagi pas buka medsos (ketauan nih, lebih sering buka medsos daripada buka Mushaf Al-Qur’an) ada salahsatu follower yang ngiklan di wall medsosnya Roel Mustafa, dan dia menginfokan nomor WA untuk pemesanan. Wah kebetulan nih, langsung deh pesen buku ini, biar ngak kelupaan.

Tidak berapa lama, buku yang dipesanpun sampai, langsung deh masak mie bon cabe level 15, (bukannya baca kok malah pake masak mie, segala yang pedes lagi) maksudnya biar bacanya kepedesan, dan tertabok beneran, hehehe

Buku ini ternyata, buku yang ditulis Roel Mustafa dan Bayu Gawtama, keduanya merupakan pentolan sekolah relawan. Keistimewaan buku ini, ditulis berdasarkan pengalaman mereka berdua. Entah kenapa Ayah lebih mudah “tersentuh” membaca buku berdasarkan pengalaman atau kisah nyata yang dialami, jadi buat Ayah buku ini buagus bangeeeet.

Ada banyak cerita yang membuat Ayah tertabok, terutama ketika ada motor ngebut yang kecelakaan (mudah-mudahan bukan spoiler) jujur, seandainya hal ini dialami Ayah, tidak ada niat sedikitpun buat nolongin orang tersebut. Alasannya ntu orang sudah bikin kesel, kalau kecelakaan paling Ayah sukurin (hehehe). Ayah salut dengan bang Roel Mustafa, meskipun beliau kesel, tapi tetep mau nolongin orang tersebut, bahkan memberi nasihat Subhanallahu.

Segera Ayah introspeksi, kenapa Ayah tidak ada niat sedikitpun untuk menolong orang tersebut. Apa mungkin hati Ayah sudah membatu, sampai rasa empati sudah berkurang. mudah-mudahan hati ini terbuka untuk selalu berbuat baik kepada orang lain.

Kisah lainnya yang membuat Ayah tertabok adalah kisah tentang hujan, dan cinta pertama (mudah-mudahan bukan spoiler juga) tentang kisah persahabatan, dimana tokoh yang diceritakan berkorban (memberikan uang) padahal uang tersebut diperlukan juga, untuk dirinya, tapi dia merelakannya demi kebahagiaan sahabatnya. cerita ini mengingatkan Ayah betapa egoisnya Ayah sekarang, dimana lebih mementingkan diri sendiri, tidak mau berjuang untuk kebahagiaan sahabat dan tidak Ikhlas dalam beramal. Semoga kedepan, Ayah bisa meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik lagi. Seperti dalam Quotenya “Menjadi tua itu pasti, menjadi lebih baik itu harus ditekuni setiap saat ” @roel

Sebenarnya masih banyak kisah-kisah dibuku ini yang membuat Ayah tertabok bahkan tertonjok, tapi daripada nanti dianggap bikin spoiler jadi mungkin di lain kesempatan akan Ayah tuliskan lagi. buat kamu yang hatinya mulai mengeras, buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas diri kamu, buat kamu yang kurang berikhlas dalam beramal, saatnya membeli buku ini, baca buku ini, dan resapi ceritanya seolah engkau mengalami hal tersebut, Insya Alloh kamu akan terharu, bahkan menangis. jika buku ini tidak memberikan efek apa-apa untuk mu, mungkin hatimu telah membusuk, hehehe .mudah-mudahan Bang Roel dan Bang Gaw segera menulis buku inspiratif seperti ini lagi, biar muka ini tertabok lagi dengan kisah-kisahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s