Belum bisa baca Al-Qur’an? sama donk, yuk belajar bareng

17 November 2019

Hari ini jadwal mengantar Mas Nara dan Dede Ran ke rumah Tajwid, rencananya Mas dan Dede mau test penempatan (placement) bacaan Al-Qur’annya. Sambil menunggu, Ayah tanya-tanya bagian pendaftaran, apa yang go show (datang langsung) macam Ayah ini bisa juga ikut mendaftar? info mbaknya bisa pak, nanti testnya jam 2 siang setelah semua schedule participant selesai.

Perjalanan belajar Al-Qur’an Ayah tidak berjenjang seperti anak-anak pada umumnya, Ayah baru mulai belajar baca Al-Qur’an saat SMP, metode yang digunakan saat itu adalah metode Iqro, lupa dulu sampai Iqro berapa. Menjelang SMA, Ayah tidak pernah ikut pengajian yang mengkhususkan diri untuk belajar membaca Al-Qur’an. Sebenarnya di SMA pernah ikut pengajian halaqah, namun karena tidak khusus membaca Al-Qur’an, jadi bacaan Al-Qur’an Ayah masih segitu-gitu aja. Sisanya belajar otodidak dari mendengarkan dan mempraktekannya langsung tanpa ada yang crosschek apakah bacaan Al-Qur’an Ayah sudah benar atau belum.

Ayah pikir inilah saatnya Ayah belajar membaca Al-Qur’an kembali, karena kita disuruh Allah Azza Wa Jalla untuk membaca Al-Qur’an dengan Tartil. jadi tepat pukul 2 siang, Ayah kembali ke rumah Tajwid untuk pendaftaran sekaligus test penempatan.

ngak malu, udah tua baru serius belajar? kenapa mesti malu, malu itu kalau sudah tua belum pernah membuka Mushaf Al-Qur’an sama sekali. banyak teman-teman Ayah yang belajar Al-Qur’an bareng sudah cukup berumur, ada yang sudah pensiun, ada yang berumur 50, 40, 30, jadi buat Ayah yang belum masuk puber kedua (baca : umur 40) hehehe, kenapa mesti malu.

dan seperti sudah diduga, hasil evaluasi bacaan Al-Qur’an, Ayah ada di paling bawah, tapi di Rumah Tajwid ini, mau apapun levelnya, tetap belajar dari awal, yaitu belajar membaca huruf (tempat keluarnya huruf). yang membedakan adalah progress masing-masing peserta, ada yang cepat, karena bacaan hurufnya sudah betul, ada juga yang lambat, karena belum bisa sama sekali. dari semua bacaan Al-Qur’an inilah yang paling dasar, kalau tempat keluarnya huruf atau cara bacanya sudah salah, dipastikan bacaan kitapun salah.

Bagian belakang buku Rumah Tajwid tempat keluar huruf Arab

setelah test penempatan, kemudian diinformasikan jadwal pembelajaran, yaitu seminggu sekali. untuk hari pembelajaran, sengaja Ayah pilih hari Ahad pukul 06.00 sampai pukul 08.00 pagi, supaya tidak bentrok dengan kerjaan kantor. Ustadz yang mengajarkan kelompok belajar Ayah adalah Ustadz Jihad Ibrahim

dipertemuan pertama, ada 7 orang peserta yang ikut (beberapa absen karena ada keperluan), kami belajar dari mulai mengucapkan huruf, mengenal harakat, Tasydid, sukun, dan seterusnya. dari 7 orang yang belajar ini berbeda-beda kemampuannya, ada yang sudah lancar, ada yang membedakan huruf saja belum bisa, dan ada yang cool seperti Ayah, hehehe. yang pasti semua semangat dan saling membantu, terutama jika salah seorang peserta kesulitan, seperti memberi tips cara membaca, atau bertanya mengenai materi yang belum jelas.

Keutamaan membaca Al-Qur’an

saat pandemi Corona datang, metode belajar yang sebelumnya tatap mukapun beralih menjadi menggunakan metode Daring, sedikit sulit memang, karena terkadang ada masalah seperti ada peserta yang kurang mengerti bagaimana mengoperasikan Skype, atau koneksi yang tidak stabil atau video yang kurang jelas, jadi saat setoran, mungkin ada yang terlewat. namun dengan semua keterbatasan tersebut, kita masih tetap semangat.

semester kedua di Rumah Tajwid (Rumta), kelompok kita tersebar ke beberapa kelompok lain, hanya 3 orang yang tetap dengan Ustadz Jihad, sisanya pindah ke kelompok, Ayah sendiri pindah ke kelompok lain, nama ustadz yang mengajar di semester ini adalah Ustadz Umar Abdul Azis. terimakasih untuk Ustadz Jihad untuk ilmunya selama ini, mohon maaf jika ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

14 Agustus 2020

karena sejak pandemi Covid-19 sampai sekarang masih belum ada tatap muka, jadi di semester ini, Ayah belum sama sekali bertatap muka dengan Ustadz pengajar maupun teman-teman di kelompok yang baru ini, berikut salahsatu setoran Ayah kamis malam kemarin.

Setoran bacaan dengan metode Daring

Saat setoran, sengaja Ayah rekam, untuk bahan evaluasi Ayah, bagian mana yang perlu Ayah improve.

salahsatu hal positif dari ikut belajar Qur’an ini, minimal seminggu sekali Ayah dipaksa untuk membuka Mushaf, jadi tidak seperti sebelumnya yang berbulan-bulan tidak membuka Mushaf Al-Qur’an sama sekali.

buat teman-teman Muslim yang belum bisa atau belum lancar baca Al-Qur’an, yuk kita belajar bareng, untuk yang lokasinya di area Depok, bisa belajar di Rumah Tajwid, untuk area lain, mungkin teman-teman bisa mencari lembaga belajar Al-Qur’an yang dekat dengan kota anda. belajar sendiri dari internet atau buku cukup baik, namun pastikan ada yang mengecek bacaan Al-Qur’an kita apakah sudah benar atau belum. tetap semangat buat teman-teman yang masih belum lancar, ataupun terbata-bata, karena besarnya ganjaran pahala yang didapat, seperti hadist berikut:

hadist keutamaan membaca Al-Qur’an meskipun terbata-bata

Sumber Sudah baca Al-Qur’an hari ini?

Satu pemikiran pada “Belum bisa baca Al-Qur’an? sama donk, yuk belajar bareng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s