Seruni 3 review

9 Agustus 2020

Setelah aktivitas memberi makan satwa di Taman safari Bogor ( https://gyannara.id/2020/08/10/feeding-the-animal-memberi-makan-satwa-part-1/) Ayah, Bunda, Mas, Dede beserta Eyang Kung dan Eyang Uti segera menuju ke hotel Seruni, kebetulan sudah masuk waktu check in, jadi bisa langsung masuk hotel dan rebahan. Sudah beberapa kali mau coba menginap hotel ini, namun selalu gagal, entah karena ada jadwal dadakan sampai sales hotel yang kurang responsif.

Sebenarnya saat akan memilih hotel, selain di hotel ini, Ayah dan Bunda mau mencoba menginap di Le Eminence hotel, namun mempertimbangkan letak hotel yang lebih dekat dengan taman Safari Bogor, terpilihlah hotel Seruni. dan lagi saat akan melakukan booking, hotel ini bisa di booking lewat traveloka, jadi ngak rempong mesti menghubungi sales hotel seruni yang kurang responsif. Le Eminence sabar ya, nanti kita coba nginep deh.

Mas Nara, dede Ran, Eyang kung & Eyang Uti in front of Seruni 3

Sampai di Seruni tempat reservasi, ternyata kamar yang Ayah booking lewat traveloka adalah tipe balkon view yang pemandangannya bukan ke arah gunung (maklum Ayah pilih yang harganya paling murah hehehe), selisih 50rban lebih mahal kalau tidak salah dengen tipe yang mountain view. Jadi deh minta tolong resepsionis untuk ganti tipe kamar yang semula balkon view menjadi mountain view (kena charge tambahan 300rb/@150rb perkamar, sebagai informasi, untuk liburan kali ini kita booking 2 kamar). Buat temen2 yang mau booking, jangan lupa pilih seruni 3 (gunung salak) yang mountain view ya, soalnya pemandangannya ciamik pisan.

Saat pemesanan hotel, Seruni 2 (gunung Gede) tidak bisa dipesan, sepertinya karena tingkat hunian dalam masa pandemi covid menurun sehingga Seruni 2 tidak dibuka, karena saat Ayah sedang jalan pagi seperti tidak ada aktivitas di seruni 2, tidak seperti seruni 1 dan 3 yang ada aktivitas sarapan di restaurantnya.

setelah tipe kamar diganti ke mountain view, segera kita menuju resepsionis di Seruni 3, ternyata kita mendapatkan nomor kamar 431 dan 432, lantai 4, mudah-mudahan dapat kamarnya bagus, buat yang penasaran berikut video penampakan kamar di seruni 3 tepatnya kamar 432

Gimana wokeh kan, selain kamarnya yang cukup luas, pemandangan dari arah kamarnya bagus pisan, minusnya kalo menurut Ayah, tidak ada AC, channel TV terutama untuk anak-anak kurang banyak, keramik di kamar mandi yang ada patung orang sedang mandi kurang baik untuk anak-anak, dan sinyal internet yang kurang mantul. Jadi kalau kalian adalah native anak AC, siap-siap kegerahan waktu tidur, hehehe.

oh iya salahsatu kelebihan hotel ini adalah memperbolehkan go food masuk lobby (eh jangan2 semua hotel sekarang boleh ya, hehehe) jadi buat kalian yang mager dan tidak ingin makan makanan hotel, bisa cari makanan favorit, untuk dimakan dikamar sambil menikmati pemandangan bukit nan hijau.

Pemandangan dari sudut lain

Night view

puas rebahan, mataharipun tergelincir ke peraduannya, selesai sholat Maghrib, keluar sebentar ke arah Balkon, waw, ternyata pemandangan dimalam hari tidak kalah bagusnya dengan pemandangan pagi atau sore hari. saat gelap kita bisa melihat panorama bukit dimalam hari ditambah air mancur dengan lampu warna-warni sebagai pemanis, membuat malam itu menjadi Syahdu.

Pemandangan Bukit dimalam hari

setelah makan malam hasil orderan Go food, Ayah, Mas dan Dede berencana turun kebawah untuk melihat penampakan air mancur warna-warni yang ada di depan lobby Seruni 3, Dan inilah pemandangan air mancur dimalam hari dari dekat, cantik kan?

Air mancur di depan Seruni 3

Menara Eifel

Selain air mancur ternyata di Seruni ada menara Eifel loh, tepatnya di depan seruni 2. wah ngak perlu jauh-jauh ke Eropah buat melihat menara iconic ini

Eipel not Eifel

meskipun hawa dingin yang diharapkan datang dimalam hari tidak kunjung datang, Pagi harinya Ayah masih bisa tertidur pulas (maklum Ayah bukan native anak AC), kalau Mas bilangnya kegerahan entah Dede dan Bunda, hehehe. Pagi hari ketika kita membuka pintu balkon, pemandangan sunrise sudah menanti, bagus sekali. jika cuaca cerah, kita bisa menikmati sunrise dari depan kamar hotel, buat yang penasaran bisa lihat di video berikut, wokeh kan

puas menikmati Sunrise, Ayah, Bunda, Mas, Dede, Eyang Kung, dan Eyang Uti turun kebawah untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar hotel. meski tidak berjalan ke kebun teh dan kebun lainnya, berjalan pagi atau lari di sekitar hotel, bisa menjadi pilihan yang ok, karena selain bisa menghirup udara pegunungan, kita juga bisa menikmati pemandangan sunrise yang bagus, lihat deh video ini, bagus kan?

Dan jika ingin berenang ke beach pool juga bisa, namun saat kita kesana masih ditutup, entah karena masih dalam masa pandemi covid atau kita kepagian ya, hehehe, ngak jadi berenang deh mas dan Dede

Jalan-jalan disekitar menara eifel eh Eipel, seperti semalam juga bisa, ternyata di menara eipel ada Kingkong sedang memanjat loh

pas banget nih, ada menara eifel, Ayah dan Bunda jadi bisa nostalgia di menara Eifel -La Dame de Fer (the iron lady)

La Dame de Fer (the iron lady)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s