Road to Banyuwangi part 1

31 Desember 2020

Saat beberapa teman asyik merayakan pergantian tahun, De Saputro justru tidur lebih awal, karena dini hari De Saputro akan memulai trip menuju ujung timur pulau Jawa.

Fangorn forest versi Indonesia yang ada di ujung timur pulau Jawa

kira-kira pukul 03.00 dini, bersama black Gundam, De Saputro memulai perjalanan dari kota tercinta, Depok. Dini hari itu hujan cukup deras, namun karena tekad sudah bulat perjalanan tetap dilanjut. Awalnya mau mencoba tol layang yang baru diresmikan, namun karena hujan semakin deras, dan belum tau karakteristik tol layang, Ayah putuskan untuk lewat bawah. agar kekhawatiran sedikit berkurang. dari arah tol JORR (Jakarta outring road), saat black Gundam akan memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek, genangan air cukup tinggi, sehingga beberapa mobil mengurangi kecepatan, Alhamdulillah genangan bisa dilalui dengan aman. Sesampainya di rest area Jawa tengah, baru tau dari media sosial dan berita, ternyata pagi harinya, beberapa ruas tol cikampek banjir dan tidak bisa dilewati mobil

Kartonyono

Pemberhentian pertama (tentunya setelah berhenti dibeberapa rest area untuk isi bensin dan ke kamar kecil) adalah Ngawi. tepatnya Kartonyono, yaitu perempatan di Ngawi yang terkenal karena lagu Denny Caknan, siapa tuh? Sudah beberapa minggu terakhir ini Bunda lagi ngefans sama salah satu lagu judulnya Kartonyono ning Ngawi medot janjimu. Ayahpun jadi ikut-ikutan suka dengan lagu ini, karena selain lagunya berbahasa jawa, liriknyapun ada yang lucu menurut Ayah, Mas dan Dedepun seringkali ikut nyanyi bersama Ayah dan Bunda

jadilah De Saputro sebagai salahsatu fans Denny Caknan, merasa berkewajiban untuk mengunjungi perempatan legendaris tersebut. sampai dekat kota Ngawi, Ayah pun segera mengarahkan Gundam keluar tol dan memeasuki kota Ngawi. Alhamdulillah lokasi perermpatan Kartonyono tidak terlalu jauh dari keluar tol, dan tidak macet juga. dan Sampai juga Black Gundam di perempatan legendaris tersebut, yang belum tau lagunya, bisa puter lagu Denny Caknan divideo berikut, judulnya Gundam goes to Kartonyono, hehehe

Kartonyono Ning Ngawi Medot Janjimu

Setelah kunjungan ke perempatan kartonyono terpenuhi, perjalanan dilanjut kembali menuju arah Surabaya. untuk kali kedua Black Gundam menyebrangi selat Madura melewati jembatan terpanjang di Indonesia (saat ini), yang ingin lihat penampakan jembatan terpanjang dari dalam black Gundam, bisa lihat disini

Black Gundam menyebrangi jembatan terpanjang di Indonesia (saat ini)

Merasakan kembali bebek Madura dinegeri asalnya

Tujuan menyebrangi selat Madura, tidak lain dan tidak bukan, adalah untuk memenuhi hasrat Mas Nara yang ingin kembali merasakan Bebek Madura di negeri asalnya Madura, tepatnya di Bebek Sinjay. Sejak pertama kali Ayah Ajak merasakan bebek Madura di negeri asalnya, bulan July tahun lalu, Mas Nara bilang, diantara semua Bebek Madura, menurut Mas Nara, yang paling enak adalah bebek Sinjay, tentu saja tanpa sambel, hehehe.

Saat black Gundam memasuki Pulau Madura, Ayah lihat di Gmaps terlihat lalu lintas yang semula berwarna biru, semakin menuju ke arah Bebek Sinjay menjadi berwarna merah, ada apa gerangan nih, tumben-tumbenan macet banget (padahal baru satu kali ke Bebek sinjay, sudah bilang tumben2an, hehehe), setelah diperhatikan dengan seksama, warna merah tersebut kembali biru tepat setelah lokasi bebek Sinjay, wah berarti macetnya di Bebek Sinjay nih. Setelah bersabar ikut antrian kemacetan, sampailah black Gundam di Bebek Sinjay, sore itu ternyata ramai sekali orang-orang yang berkunjung ke Bebek Sinjay, sampai-sampai untuk pesan saja antrinya cukup panjang.

Antrian kasirnya panjang euy

awalnya mau mengurungkan niat untuk makan Bebek Madura di negeri asalnya karena antrian dan sulitnya mencari meja kosong, kemudian kembali ke Surabaya untuk makan bebek Sinjay Di Surabaya, namun niat tersebut segera diurungkan, karena konon kesaktian bebek Sinjay akan punah jika melewati laut, hehehe.

Alhamdulillah setelah bersabar antri, akhirnya 4 piring bebekpun tersaji di meja.

4 porsi bebek Sinjay

nikmatnya perjuangan antri mendapatkan nasi bebek terbayarkan, Mas Nara puas, dan bungkus 2 porsi tambahan untuk dimakan dihotel nanti malam, Maknyusss.

Selepas menikmati nasi bebek di pulau Madura, kita kembali lagi ke kota Surabaya, seperti sudah direncanakan, agar kita tidak terlalu lelah diputuskan malam ini untuk menginap di Surabaya, dan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi besok pagi. hotel yang terpilih kali ini adalah Swiss bell hotel Manyar Surabaya. menurut Ayah Hotelnya cukup Ok, namun sayang parkirnya terbatas, jadi jika tamu membawa mobil, mobilnya akan diparkirkan oleh staff hotel diarea lain (masih cukup dekat dengan hotel), repotnya adalah jika ada perlengkapan yang kita butuhkan tertinggal dimobil dan belum dibawa saat turun mobil pertama kali, kita perlu meminta petugas hotel untuk mengambilkannya, selain masalah parkir semuanya ok.

Salahsatu alasan pemilihan hotel ini adalah konon di sekitar hotel ini banyak tempat makan yang bisa didatangi, namun karena malam ini De Saputro sudah lelah dan kebetulan sudah punya bekal bebek Sinjay yang dibungkus, plan untuk kulineran disekitar hotel dibatalkan, mungkin lain kali.

2 Januari 2020,

road Surabaya to Banyuwangi

Sebelum melanjutkan perjalanan, refresing dulu, dengan berenang di hotel, mumpung ada infinity poolnya. tips buat teman-teman yang bawa keluarga saat bepergian, jangan terlalu ngoyo ingin cepat sampai, supaya anak-anak senang dan menikmati perjalanan, ajak mereka melakukan aktivitas yang mereka sukai, kebetulan favorit Mas dan Dede adalah berenang, jadi deh pagi itu kita berenang dulu, meskipun babenya cuma tau satu gaya renang, yaitu gaya batu, tapi ikut nemenin aja deh.

infinity pool Swiss bell Manyar

puas berenang, mandi dan rapih-rapih, perjalanan menuju ujung pulau jawapun dilanjutkan.

Indonesia Fangorn forest Lord of the Rings

Untuk menuju Banyuwangi, ada 2 rute yang bisa dipilih, lewat pantai utara situbondo, atau lewat Jember, dan dari hasil obrolan dengan teman-teman, disarankan lewat Jember. konon ada banyak rest area (area untuk beristirahat), kalau nanti tol ke Banyuwangi sudah nyambung, mungkin opsi tercepat adalah lewat tol sampai Banyuwangi ya.

Keluar tol terakhir di Probolinggo, Gundam Ayah Arahkan ke arah Lumajang, nanti akan bertemu Jember, dan berakhir di Banyuwangi, rencananya kalau belum Maghrib, De Saputro mau mampir ke fangorn forest yang ada di film Lord of the rings tapi ini yang versi Indonesia, nama lainnya adalah De Djawatan. Alhamdulillah setelah 7 jam perjalanan sampailah black Gundam di Banyuwangi.

Kira-kira pukul 05.00 sore, Gundam sampai di De Djawatan, langsung deh masuk ke area Fangorn forest Indonesia, ternyata didalamnya ada banyak pohon (ya iyalah, namanya juga hutan purba, hehehe) pohon purba yang dimaksud adalah Pohon yang sudah tua dan dibatangnya tumbuh semacam semak-semak.

fangorn forest Indonesia ini, sangat bagus untuk foto-foto, termasuk foto selfie, kitapun ngak mau ketinggalan, jadilah kita ikut Selfie, De Saputro Selfie

Complete formation

meski challenge ini sudah lama tidak terdengar kabarnya, namun, karena challenge ini, cukup challengging, khususnya buat Ayah, jadilah Ayah ikut Angkat Bini Challenge

angkat Bini Challenge

puas menikmati scenery hutan purba di De Djawatan, sudah mulai masuk waktu Maghrib, suasana di hutan purbapun mulai gelap, dan sedikit spooky, hihihihi, jadi deh kita putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel. Padahal bukan karena spookynya, namun karena perut sudah mulai kelaperan, hehehe. sebelum menuju hotel, kita mampir sejenak untuk bungkus pecel Ayam dan pecel ikan, untuk dimakan di hotel. Hotel yang dipilih kali ini adalah hotel Aston, terletak di pusat kota Banyuwangi, meskipun lokasinya tidak terlalu dekat laut, dipagi hari, dari jendela kamar tempat kita menginap, bisa terlihat pegunungan di pulau Bali, tandanya jarak dari Banyuwangi kepulau Bali tidaklah terlalu jauh.

penampakan pegunungan dipulau Bali dari jendela kamar hotel Aston

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s