Menjejakan kaki di negeri para Dewa part 2

3 January 2018

Puncak Sikunir

Walaupun urusan penginapan sempat bermasalah, Alhamdulillah selesai sudah dan De Saputro bisa beristirahat lebih awal. jadi deh bangun pagi ini lebih seger/fresh, pas untuk mengajak Mas dan Dede merasakan pengalaman naik Gunung. Berangkat pukul 4 kurang seperempat, Gundam mulai membelah gelapnya jalan menuju Sikunir. Ternyata mengemudi di tengahnya kegelapan apalagi belum terlalu paham rute, cukup merepotkan. beberapa kali harus berjalan pelan terutama ketika melewati tikungan. Alhamdulillah tidak sampai setengah jam sampailah Gundam di Desa tertinggi di pulau jawa, Desa Sembungan

Gundam Goes to Desa Sembungan

tidak jauh dari gapura desa Sembungan, ada pos retribusi untuk para pelancong yang akan masuk ke parkiran puncak Sikunir per orang dihitung 10rb saja, sedangkan anak-anak tidak ada biaya alias gratis.

sampai di parkiran puncak sikunir, Azan Shubuh berkumandang. pas nih, Sholat Shubuh setelah itu lanjut pendakian.

sebelum mendaki, persiapan lampu senter dan tongkat untuk naik.

kids hikers.

meskipun mas Nara dan Dede Ran pernah naik ke Pananjakan untuk melihat sunrise di Bromo, tapi Ayah pikir pengalaman itu masih kurang menantang, terutama upaya untuk mendaki. perjalanan puncak Sikunir buat teman-teman pendaki bisa dibilang mudah, namun buat mas Nara dan Dede Ran (termasuk Ayah, hehehe) lumayan menantang. mudah-mudahan pengalaman mendaki ini menjadi pengalaman yang berkesan untuk mereka berdua dan menjadi pintu masuk kesukaan mereka akan travelling.

akses menuju Puncak sekuning level 1 sudah ada tangga dari batu yang walaupun belum terlalu rapih, namun cukup membantu traveler-traveler cilik. namun kemudahan ini jangan dianggap remeh, terutama dimusim hujan seperti sekarang, batu-batu yang jadi pijakan untuk naik terasa licin, jadi keep safety buat teman-teman.

awalnya khawatir dede Ran tidak akan kuat naik keatas, tapi saat mendaki keatas justru dede yang paling semangat dan paling duluan naik, beberapa pendaki dewasa malah terlewati oleh dede. sedangkan mas Nara banyak istirahat di tengah jalan pendakian. bisa dibilang bintang pendakian kali ini adalah dede Ran.

https://m.youtube.com/results?q=pendakian%20anak-anak%20di%20puncak%20sekunir&sm=3

rekaman dede Ran saat naik ke Puncak Sikunir

dan setelah berjuang mendaki, sampailah De Saputro ke level 1 puncak sekunir, mari menikmati sunrise dulu di Puncak sekunir

Puncak sikunir level 1

De Saputro complete formation

menikmati pemandangan dari atas puncak sekunir (bukan puncak ding, tapi level 1).

menikmati sunrise dan pemandangan alam dari atas sungguh nikmat, terutama setelah berjuang untuk mendaki.

selesai menikmati indahnya panorama di puncak sekunir, saatnya turun dan melihat tempat lainnya. sesampainya dibawah banyak warung-warung yang menyajikan tempe kemul dan kentang semur khas dataran tinggi Dieng, sayang nih untuk dilewatkan. jadilah kita mampir sejenak menikmati hangatnya tempe kemul dan kentang khas dataran tinggi Dieng. mantaaab

kentang khas dataran tinggi dieng.

Telaga Cebong

keluar dari tempat parkir, dari dalam Gundam kita melihat scene telaga Cebong yang ciamik, padahal waktu di tempat parkir, pemandangannya biasa-biasa aja. ini dia panorama yang terlihat dari dalam Gundam

telaga Cebong, gimana ciamik kan?

Telaga Warna

dari puncak sekunir, tujuan selanjutnya adalah Telaga warna, kalau kemarin De Saputro menyaksikan telaga warna dan telaga pengilon dari atas, di telaga warna kita menyaksikan telaga ini dari dekat. Telaga warna ini berwarna kehijauan, jika diperhatikan dari dekat ada banyak belerang di bagian bawah/dasar danau.

telaga warna, dunia terasa milik berdua

karena masih pagi, telaga ini masih sepi. jadi kita bisa menikmati pemandangan telaga ini dan berfoto sepuasnya.

kawah sikidang

selesai menikmat pemandangan di telaga warna, kita langsung menuju ke Kawah Sikidang, kita tidak mampir ke telaga pengilon karena kalau lihat penampakan warnanya kurang eksotik, jadi telaga Pengilon kita skip untuk kunjungan kali ini.

lokasi kawah sikidang ternyata lebih kedalam, jadi kita kembali masuk ke dalam lagi. tiket masuk kawah sikidang di bundle/dijadikan satu dengan tiket candi arjuna (kalau tidak salah 15rb per orang dewasa), jadi tiketnya harap disimpan.

mendekati kawah sikidang, bau belerang mulai tercium, jadi untuk teman yang sensitif dengan bau belerang, jangan lupa membawa masker, jika lupa, di bagian depan pintu masuk banyak penjual yang menawarkan.

di kawasan kawah Sikidang, ada banyak kawah kecil-kecil yang mengeluarkan asap, titiknyapun ada di beberapa tempat. ditempat ini juga ada yang menawarkan foto dengan burung hantu.

kawah sikidang, foto dulu dengan si burung Hantu.

pulang dari kawah Sikidang, kita mampir sejenak membeli oleh-oleh untuk teman-teman atau family. jika ke salahsatu tempat wisata, Ayah usahakan untuk membeli oleh-oleh di tempat wisata tersebut, mudah-mudahan dengan upaya ini, usaha masyarakat sekitar bisa terus hidup bahkan meningkat. yuk kita beli cinderamata dari masyarakat sekitar tempat wisata.

Candi Arjuna

Tujuan De saputro selanjutnya adalah Candi Arjuna, kebetulan tiket kawah sikidang digabung dengan candi Arjuna, jadi sayang untuk dilewatkan, lokasinya pun berdekatan.

sebenarnya di kompleks candi ini, ada beberapa titik, tapi Ayah dan Bunda fokus melihat kompleks candi utama, yaitu candi Arjuna

akulah Arjuna yang mencari Bunda.

di komplek candi Arjuna ini ada beberapa candi, dengan latar belakang bukit tinggi dan kabut yang lewat membuat pemandangan pagi hari itu sangat menawan.

komplek candi Arjuna, menawan kan?

karena De Saputro ingin jam 12 siang sudah siap untuk perjalanan selanjutnya, akhirnya diputuskan kembali ke penginapan untuk bersiap menuju kota Yogyakarta.

Satu pemikiran pada “Menjejakan kaki di negeri para Dewa part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s