Menjejakan kaki di negeri para Dewa part 1

2 January 2018

saat banyak teman-teman kembali dari liburan akhir tahun 2017, De Saputro justru baru mau memulai liburan awal tahun. sengaja Ayah dan Bunda pilih liburan ketika kebanyakan orang selesai berlibur. kelebihan pilihan ini adalah tempat wisata cenderung sudah mulai sepi, dan kita bisa lebih menikmati liburan, namun konsekwensinya Ayah mesti ambil cuti.

Seperti telah di rencanakan, liburan kali ini De Saputro akan mengunjungi Desa tertinggi di Pulau Jawa. lokasinya ada di dataran tinggi Dieng, namanya Desa Sembungan.

De Saputro di atas batu ratapan angin

Alhamdulillah perjalanan dari Depok menuju dataran tinggi Dieng cukup lancar, pukul 13.30 Gundam sudah menapakkan sepatu barunya di Wonosobo.

Telaga menjer

Mengikuti saran om Indra, tujuan pertama kali ini adalah telaga Menjer, sebenarnya lokasi telaga ini masih dibawah antara Wonosobo dan dataran tinggi Dieng.

sampai di telaga ini, hujan mulai turun, De Saputro yang semula berencana naik perahu untuk berputar ditelaga ini, terpaksa membatalkan niat berperahu karena cuaca yang tidak memungkinkan (sebenarnya sih karena mas yang kurang pede naik perahu, hehehehe)

telaga Menjer di tengah rintik hujan

karena hujan tidak kunjung berhenti, kunjungan di telaga Menjer di cukupkan. perjalanan dilanjut menuju dataran tinggi Dieng.

perjalanan menuju dataran tinggi Dieng diiringi hujan dan kabut yang mulai turun. selain jalan yang menanjak, jarak pandang terbatas karena kabut yang turun.

Gundam diuji melewati jalan menanjak yang licin, Alhamdulillah Gundam berhasil melewati semua ujian dan akhirnya sampai di dataran tinggi Dieng. foto dulu biar eksis

Dataran tinggi Dieng.

sebenarnya di hari pertama ini De Saputro ingin pergi ke beberapa tempat di sekitar dataran tinggi dieng, namun karena masih hujan, maka kita tunggu sambil ujicoba mie ongklok dan purwaceng, makanan dan  minuman khas Dieng yang melegenda.

Mie Ongklok

selepas makan, De Saputro lanjutkan dengan Sholat Alhamdulillah selesai menunaikan Sholat hujan berhenti, Ayah dan Bundapun sepakat untuk menuju ke Batu ratapan angin/batu pandang ratapan angin. dari batu ratapan angin kita bisa menikmati Indahnya panorama 2 telaga, yaitu telaga warna dan telaga pengilon dari atas bukit.

entah karena sudah terlalu sore atau karena sebelumnya hujan, lokasi untuk melihat 2 telaga dari atas ini tidak terlalu ramai, jadi bisa puas menikmati panorama alam dan berfoto disini.

Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas batu ratapan angin.

oh iya di batu ratapan angin ini ada beberapa spot untuk berswa foto/selfie dan bersepeda gantung, namun karena sudah sore beberapa spot sudah ditutup. puas menikmati Indahnya panorama alam dari atas Batu ratapan angin, kitapun kembali ke Hotel untuk beristirahat.

bersambung ke part selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s