Toilet di Jepang

2 December 2017

Sudah 4 tahun lebih Ayah tidak “pulang kampung” ke Jepang, hehehe, antara rindu dan bosan. Alhamdulillah di penghujung tahun ini bisa kembali menjejakan kaki di tanah para Hokage.
jadwal pesawat Ayah pada kunjungan kali ini sedikit berbeda, biasanya Ayah bermalam di pesawat dan baru sampai di Jepang keesokan harinya, di kedatangan kali ini Ayah sampai di sore menjelang malam, hufff. setelag pilih-pilih transportasi, akhirnya Ayah putuskan naik kereta (NEX/Narita express), siapa tau bisa membeli buah tangan ballpoint NEX. selesai check in di Hotel dikawasan Stasiun Shinagawa, Ayah bergegas menuju Tokyo diver city. Selain mencari titipan buah tangan, Ayah bermaksud menengok Gundam 1:1 yang ada di luar mall.

Gundam Unicorn

selepas melihat Gundam unicorn berubah wujud, Ayah putuskan untuk kembali ke hotel. sudah terbayang nikmatnya rebahan dikasur yang hangat seusai menikmati Indomie, hmmmm.

sampai di hotel, supaya tidur lebih nyenyak sebelum makan malam, Ayah membersihkan diri dan menuntaskan hajat (ups).

kamar mandi hotel.

ketika akan BAB (Buang air besar) , tiba-tiba nostalgia itu muncul. terutama saat merasakan hangatnya toilet duduk dan melihat tombol-tombol yang ada disekitarnya. kebetulan cuaca diluar cukup dingin, duduk di toilet yang ada penghangatnya nyaman banget.

ditambah beberapa tombol pelengkap yang lain, bidet, spray pengatur tekanan air, dan tombol stop. ditambah airnya hangat, bikin betah duduk di toilet deh, hehehehe.

tombol di toilet Jepang

dulu sebelum fitur wash/bersih-bersih banyak di toilet duduk di Indonesia, di Jepang fitur ini sudah populer dan sudah komplit fiturnya. sebenarnya sudah lama Ayah ingin menuliskannya, namun baru kali ini kesampaian.

tidak semua toilet di Jepang ada fitur seperti ini, malah ada yang masih model jongkok. Ayah pernah temui model toilet jongkok di sekitar area wisata di Kamakura. sepertinya toilet ini diperuntukan bagi orang-orang tua. ada juga toilet di kantor pusat Ayah, tidak ada fitur ini sama sekali, hanya ada kertas toilet dan flush yang menggunakan sensor

tapi dari beberapa tempat yang Ayah jumpai, fitur yang Ayah tulis diatas seperti sudah menjadi fitur standard toilet di Jepang, seperti salahsatu toilet yang Ayah temui di terminal highway bus di Shinjuku.

toilet yang dilengkapi dengan fitur “standar Jepang” ditambahn fitur privacy ada lambang musicnya.

dilain kesempatan Ayah pernah juga menjumpai toilet yang ada fitur standar Jepang, namun tidak ada terjemahan bahasa inggrisnya, jadilah hampir 10 menit Ayah coba-coba semua tombol yang untuk mencari tombol flush

Fitur toilet yang tidak ada translationnya.

kira-kira di Indonesia ada ngak ya yang jual toilet model ini. dan kalau boleh memilih toilet, Ayah lebih memilih toilet duduk Jepang dibanding Korea apalagi China, hehehe, selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s