Indonesian street food

kalo ada yang pernah denger pameo atawa anekdot atau apalah yang isinya kira-kira

you’re in the heavens if you have

American salary, German car, Chinese food, indonesian wife

and you’re in the hell if you have

Indonesian salary, chinese car, German food, American Wife

bahwasannya pameo tersebut salah, salah satunya chinese food, berdasarkan pengalaman Ayah pribadi, ternyata makanan China kalah nikmat sama makanan Indonesia. jadi segera lupakan pameo tersebut dan mari kita explore makanan Indonesia.

di postingan kali ini Ayah akan menulis pengalaman Ayah berwisata kuliner, khususnya makanan-makanan pinggir jalan atawa street food.kelebihan makanan pinggir jalan, selain murah, kita juga terkadang bisa dapat pelajaran hidup, hasil dari berbincang-bincang dengan penjual atau pembeli yang mampir.

Toge Goreng pasar Depok 1

2 April 2017

Sudah lama langganan toge goreng di depan pasar Depok 1 ini, rasanya maknyuss, biasanya sambil nunggu Bunda belanja, Ayah mlipir ke Aa penjual toge goreng. harga per 2 April 12 rb saja.

ini dia makanan favorit Ayah di hari minggu pagi.

tempatnya kurang representatif kalau bawa banyak orang, maklum hanya ada kursi panjang yang hanya cukup untuk 4-5 orang. jika teman-teman kurang berkenan makan ditempat, bisa memilih opsi bungkus. selamat mencoba.

Nasi Bebek perempatan kukusan

kalau teman-teman kebetulan lewat perempatan kukusan, tidak ada salahnya mampir sejenak di warung nasi Bebek kukusan, rasanya maknyuss dan tidak kalah sama nasi bebek mak Isa yang ada di klender.

ada dua jenis bebek yang dijual disini, yaitu yang potongan kecil plus nasi seharga 15rb, dan potongan besar seharga 25rb. Ayah pribadi lebih senang potongan kecil, selain lebih murah, bumbunya lebih mudah meresap

untuk tempat, tidak bisa menampung banyak orang, paling banyak mungkin hanya 12 orang (posisi kosong). karena di tempat ini hanya ada 2meja saja. jika tempat penuh, terkadang Ayah pilih opsi bungkus dan menikmati dirumah bersama Bunda.

Kojek bumbu pedas Kukusan kelurahan

Kojek, apaan tuh? bukan ojek kan, hehehe

Kojek ini makanan mirip cilok, kalo cilok makanana mirip somay cuma dibentuk bulet2 kecil, kalo somay makanana mirip batagor, cuma dia tidak digoreng hanya dikukus dan seterusnya, hehehe.

saat bersepeda melintasi pintu keluar UI menuju kukusan kelurahan, mata ini melihat sosok sepeda dengan tulisan yang tidak biasanya

“kojek bumbu pedas”

dan Ayahpun teringat, jajanan waktu Ayah masih SD, wah patut dicoba nih, langsung deh bungkusssss bang

Kojek bumbu pedas yang maknyussss

Somay stasiun Pocin (Pondok Cina)

Masih di area kota Depok, waktu anter Bunda ke area pocin untuk cari buku kuliah, pulangnya bunda bawa somay, pas dicoba ternyata enak, sejak saat itu kalau ada kesempatan pas lewat stasiun pocin, biasanya Ayah bungkus buat Bunda, mas Nara dan dede Ran

somay stasiun Pocin maknyusss

harga perporsi 7rb-10rb rupiah

Nasi uduk di depan kompleks Kaving Kujang
berhubung tempat penjualan nasi uduk kurang representatif, Ayah selalu pilih opsi bungkus saat memesan nasi uduk disini.

selain nasi uduk, seperti penjual nasi uduk lainnya, disini juga tersedia lontong sayur, lontong isi dan gorengan.

kalau sedang bosan makan nasi uduk, Ayah terkadang pesan lontong dan gorengan. dipadu dengan bumbu kacang yang pedas lontong+bakwan, rasanya maknyuss.

penampakan lontong+bakwan, Maknyuss

Mie rebus Depan komplek kavling Kujang

hari gerimis gini enaknya menikmati yang hangat-hangat nih, jadilah Ayah belokan SX125 di warung Nasi goreng depan kavling kujang, Mie rebus pedas  satu ya mas di bungkus. jumlah tempat duduk jika teman-teman ingin makan ditempat sangat terbatas, paling banyak hanya bisa menampung 4 orang saja.

tak berapa lama selesailah pesanan Ayah, perporsi mie rebus cukup 12rb saja.sampai rumah, segera Ayah buka dan nikmati mie rebus pesanan, rasanya mantaaab, terutama kalau dinikmati saat malam yang dingin

Mie rebus mantaaab

Lonsay dekat lavish kemang residence.

street food kali ini bergeser dari daerah Depok menuju ke daerah kemang, tepatnya di dekat lavish Kemang residence, namanya lontong sayur

harga dikisaran 10rb rupiah saja

Mie Ayam dekat starbuck kemang

masih dikisaran daerah kemang, temen-temen yang kebetulan laper pas melintasi daerah kemang, boleh coba mampir ke tempat ini, Mie Ayam di dekat starbuck Dan Marzano. paling enak pilih Mie Ayam tanpa kuah dan tanpa saos sambal.

jumlah kursi untuk makan ditempat tidak terlalu banyak.hanya ada 4-6 kursi saja, harga perporsi kalau tidak salah 10-12 rb


Pecel kebagusan (belakang ragunan).

saat sedang menyusuri jalan kebagusan raya, tidak sengaja mata Ayah melihat penjaja makanan, pecel, mampir deh

seporsi pecel tanpa nasi berkisar 6rb rupiah, disediakan juga nasi, ketupat atau lontong plus gorengan sebagai tambahan nasi pecel ini.

oh iya kursi yang tersedia di tempat ini tidak terlalu banyak, jadi agak sulit jika ke sini dengan banyak teman. maksimum jumlah pembeli yang bisa makan sekitar 6-8 orang saja.

Soto Ayam Lamongan dekat Ragunan

lagi asik-asik melintas jalan depan ragunan, eh lihat penampakan soto Ayam yang cukup ramai, sepertinya enak nih, jadi lah de Saputro melipir. dan benar saja rasaya mirip soto di Bekasi langganan Ayah saat masih SMA

ini dia penampakannya

harga terakhir perporsi 14-16 rb saja

Tahu Gejrot di depan Masjid Nurul Huda Kebagusan

dulu penjual Tahu Gejrot ini biasa mangkal di depan GOR ragunan/tempat anggrek, namun karena tidak diperbolehkan, jualan berpindah di Jalan Kebagusan, tepatnya di depan masjid Nurul huda. spesialisasi tahu gejrot ini, adalah rasanya yang pedassssss.

ini penampakannya, cabenya, puedesss

tahu gejrot maknyuss

 

end

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s