Kayaknya salah beli mobil nih

12 Dec 2015

Seperti rencana 3 bulan yang lalu, De-Sanwirya berencana melakukan penutupan arisan di Puncak, tepatnya di Villa banyu Gunung.

Sejak pagi hari Gundam sudah bersiap berangkat menuju puncak, setelah isi bensin, Gundam pun mulai melaju ke arah bogor bersiap melibas jalan puncak.sayangnya menjelang keluar tol Ciawi, kendaraan sudah mulai berhenti, sepertinya arah kepuncak sedang ditutup. kira-kira pukul 10, kendaraan mulai bergerak, Ayahpun mulai akselerasi si Gundam, menjelang cisarua hujan mulai turun, ngak salah memang kalau bogor dijuluki kota hujan.

Mengikuti petunjuk, gundam mulai berbelok menuju arah taman safari, kira-kira 50m sebelum pintu masuk taman safari, ada jembatan ke kanan, kitapun mulai berbelok, dan mulai dari sini jalan hanya cukup untuk satu mobil, ditengah guyuran hujan dan jalan curam menanjak, sebenarnya ini kali pertama Gundam diajak melibas jalan seperti ini. sambil melihat, kanan dan kiri mencari alamat, Gundam tetap melaju di kecil dan cukup curamnya jalan menuju villa. karena bingung, pakai deh alat navigasi tempo dulu, yaitu menggunakan mulut,
Ayah : A (refer to AA, villa banyu gunung dimana?
AA: ih itu A, tiang cat kuning ke arah kiri.
Ayah : makasih A

melihat tiang bercat kuning, Gundam mulai berbelok ke kiri, sempet tertahan juga, karena saat berbelok posisi jalan langsung naik keatas, ternyata posisi gigi masih di D(drive), namun perlahan Gundam berhasil naik, disusul Ertiga yang dikemudikan om Dion.

sampai diatas loh kok tidak ada villa, hanya hamparan tanah kosong, disebelah kanan ada villa, tapi seperti tidak ada pintu masuknya. Akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali, turun kejalan kecil dan kembali naik keatas. ternyata tidak jauh, ada belokan yamg cukup curam bertuliskan banyu Gunung, Ayah coba injek gas si Gundam, tapi tidak kuat, padahal posisi transmisi sudah di 1. coba mundur kembali, walaupun tidak banyak, karena dibelakang ada tanah yang curam, Ayah coba genjot lagi, masih belum kuat juga. bunda pun turun dan mengganjel roda, dengan harapan Gundam kuat menanjak, namun alih-alih berhasil, batu yang dibuat ganjelan malah hancur tidak kuat menahan beban. dicoba lagi dengan mematikan ac, musik dan wiper, namun lagi-lagi tidak berhasil.

Akhirnya bunda turun untuk masuk kedalam Villa, dengan maksud meminta bantuan ke orang villa.
Bunda : Ayah parkir ditempat tadi aja, memang susah lewat jalan ini, langsung Ayah memberi kode om Dion yang kebetulan untuk mundur dan kembali ke parkiran yang tadi. Alhamdulillah si Gundam sampai di parkiran samping, ternyata jalan masuk menuju villa ada di bagian samping.

image

tempat parkir yang lebih landai

Selesai menurunkan sebagian barang bawaan, keluarga pakde Warno dan Pakde Agung sudah ada di Villa, dan diparkiran utama, which means mobil ini Suzuki carry berhasil melalui jalan yang tidak berhasil Ayah lalui.

langsung Ayah shock berat, kok bisa Granglivina dengan tahun yang lebih muda tidak bisa melewati tanjakan curam, tapi si Carry bisa, kayaknya salah beli mobil nih, hehehe.

waktu makan siang masih kepikiran terus nih, hehehe
– apa karena Grandlivina matic, dan carry manual?
– apa karena Grandlivina berpenggerak roda depan dan carry perpenggerak roda belakang?
muncul banyak pertanyaan yang merisaukan hati

menjelang sore, saat menunggu keluarga yang lain, tiba-tiba Bukde Neni datang “tolong dong bantuin, itu mobilnya ngak kuat, Ayah, pakde Warno dan eyangkung segera turun melihat permasalahan. ternyata mobil Pakde Aziz (Daihatsu Terios) sedang bersiap didorong warga sekitar katena belum bisa naik, tepat di tempat Gundam kemarin tidak bisa naik.

Pakde Aziz: iya nih belum bisa, tadi sudah dicoba namun mesin sempet mati.
Ayah : parkir disamping aja mas, tadi aku juga ngak kuat.

Akhirnya ketimbang memaksakan, pakde Aziz ikut parkir disamping.
usut punya usut sepertinya bukan faktor kendaraan yang menyebabkan, namun lebih karena faktor jalan yang memang sulit dan jam terbang mengemudi,karena
Carry manual: sempat tidak berhasil naik, mesin pun sempat mati, namun setelah penumpang turun dan dicoba lagi, akhirnya berhasil. driver : expert
Grandlivina matic : belum berhasil naik, meskipun sudah menggunakan transmisi 1, driver : newbie
Terios manual : belum berhasil, mesin sempat mati., driver : terholong newbie

dan mobil-mobil lain yang datang belakangan disarankan untuk parkir di samping. jadi untuk kunjungan ke puncak kali ini, hanya carry yang melegenda.

setelah dipikir-pikir dengan kunjungan ke puncam seperti ini yang belum tentu satu tahun sekali, dan Gundam lebih banyak di gunakan di keadaan macet, diputuskan tetap menggunakan Gundam matic, hehehe

salam dari keluarga Sanwirya.

Satu pemikiran pada “Kayaknya salah beli mobil nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s