Loh kok bensinnya habis

21 Dec 2013

Ditengah padatnya jadwal kondangan, hari ini Ayah dapat kesempatan untuk menghadiri hajatan sunatan anak seorang teman di daerah bogor. Spesifiknya di daerah Gunung Geulis, rasa-rasanya udah pernah ke daerah sini, guman Ayah dalam hati. Setelah cek-cek, Ayah ingat pernah kesini saat acara Family gathering dari kantor

image

Family gathering@Gunung Geulis

Oh iya tapi gimana petunjuk arahnya nih, lupa euy, apalagi kunjungan ke Gunung Geulis sebelumnya ngak perhatiin jalan, ketiduran disaat kemacetan.

Berbekal google maps, dan petunjuk janur kuning mulailah Ayah memasuki kawasan Gunung geulis, nanjak terus coy. Hitung-hitung ujicoba GL untuk rute menanjak, karena seumur-umur GL cuma diajak dijalan datar dan bermacet-macet ria.

Pake gigi dua dan satu, loh kok matic ada giginya? Kirain cuma injek gas ama rem aja, hehehe. Ada kok, lihat detailnya disini https://gyannara.wordpress.com/2013/01/29/bertransmisi-otomatis-dengan-new-silver/

Setelah berjibaku dengan tanjakan dan turunan, mulai jelaslah petunjuk si janur kuning, repot juga nih om War perlu pasang janur dibeberapa tempat.
Tapi di saat sudah sangat dekat dari tempat hajatannya, petunjuk malah kurang, akhirnya Ayah bablas naik keatas dunia antah barantah.Untungnya ada penduduk sekitar yang berbaik hati memberitahu dan mengizinkan si GL berputar dihalaman rumahnya, maklum jalannya hanya cukup untuk satu mobil.

Pantes waktu naik, rasanya banyak penduduk yang ngeliatin, mau kemana eta teh mobil ~GR mode on~

Puas bersantap siang, Ayah, Bunda dan mas Nara izin untuk kembali ke Depok. Mudah-mudahan jalur sudah dibuka untuk dua arah, jadi tidak perlu repot menunggu atau mesti memutar diatas.
Alhamdulillah jalur puncak sudah dibuka untuk dua arah.

Selepas keluar bogor, laju kendaraan mulai melambat, kepadatan pengguna tol jagorawi sudah mulai terlihat. Tumben baru jam segini sudah macet, gumam Ayah dalam hati. Sekilas penampakan di dashboard, ada lampu kecil menyala, setelah di cek dengan seksama ternyata lampu kecil yang menyala itu berasal dari indikator bahan bakar, ups kok posisinya empty atawa kosong, ada apa gerangan?
image

Indikator bahan bakar, kok bisa habis?
Perasaan sebelum berangkat sudah disi penuh sibensin sudah diisi, masa gara-gara melahap tanjakan gunung geulis bensinnya habis, boros pisan. Meskipun indikator bensin menunjukkan empty, Ayah berkeyakinan bensin masih ada. Jadi Ayah masih tetap melaju dijalur dua yang sedikit tersendat. Dan Akhirnya terlihat penampakan rest area, sedikit tenang dan bimbang. Tenang karena sumber bahanbakar sudah dekat, tidak perlu khawatir kehabisan bensin, disisi lain sedikit bimbang, loh kok? Karena setelah bensin terisi, bakal ada dua kemungkinan, jarum indikator bahan bakar naik yang artinya, boros pisan si GL atau jarum bahan bakar tidak berubah, ada masalah disensor bahan bakarnya.tapi apapun hasilnya Ayah terima dengan lapang dada, hehehe.

Bensin terisi, ups namun indikator bahan bakar masih tetap diposisi empty, wah mesti ke bengkel lagi nih. Ngomong bengkel, Ayah jadi teringat kalau GL baru diservice minggu lalu. Dan si GL baru dua kali keluar, jangan-jangan ada yang masangnya kurang pas nih. Kebetulan waktu masih menunjukkan pukul satu siang, segera Ayah lajukan GL menuju Nissan Depok.
Sebenernya sudah tidak ada slot kosong untuk maintenance, untungnya ada justifikasi habis service minggu lalu, akhirnya diizinkan security, makasih ya pak. Dan saat masuk kearea maintenance ketemu service advisor yang minggu lalu mengurus maintenance mobil Ayah.
Ayah : Mas, ini mobil saya kemarin baru service, tapi indikator bahan bakarnya ada di posisi empty terus.
SA: mobilnya apa pak?
Ayah : Grand livina
SA : saya cek mekaniknya dulu ya mas
Tidak lama setelah ke dalam, beliau mengiyakan dan bisa dicek indikator bahan bakarnya.

Sambil menunggu pengecekan indikator bahan bakar, Ayah sempat sholat, menikmati sajian capucino, kue, dan snack, bahkan snack belum sempat habis, SA sudah mendatangi Ayah dan menginformasikan kalau indikator bahan bakarnya sudah normal, ditanya penyebabnya, hanya kurang pas saja pak begitu jawabnya.

Saat memasuki GL, benar saja indikator bahan bakar sudah normal, terimakasih untuk pak SA, GL sudah kembali normal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s