Kisah dari Jayapura, selamat berkat keegoisan??

28 Oktober 2013

Sedang asik-asiknya mengendarai SX125 dipadatnya lalulintas ibukota, tiba-tiba Ayah teringat kisah Ayah 8 tahun yang lalu.

2005, kayaknya sih bulan April, lupa euy, hehehe

Ada banyak kenangan sebenarnya saat mengunjungi kota Jayapura, Indahnya Danau Sentani, berkesannya melihat makanan khas Papua Papeda (nyobain ngak ya waktu itu, lupa euy), merasakan pedasnya singkong dengan sambal, parnonya Ayah dan teman Ayah yang setiap beberapa jam mengoleskan lotion anti nyamuk karena khawatir tergigit nyamuk Malaria (justru teman ayah terkena Malaria saat sudah kembali ke Jakarta), main-main ke Perbatasan Papua dengan Papua new guinea, dan masih banyak lagi. sayang kenangan-kenangan tersebut tidak sempat terekam kamera, cuma bisa mengingat dari isi kepala Ayah. Maklum HPnya dulu belum di lengkapi kamera, hehehe

AKS_040813_DanauSentani

danau sentani, sumber :http://rri.co.id/index.php/berita/64653/Danau-Sentani-Papua#.Um979flgd6k

Setelah barang-barang terpacking dengan rapih, bersama seorang teman, Ayah berangkat menuju bandara.

Sampai di Bandara, ada penunjuk waktu beberapa daerah, Waktu Indonesia barat, Waktu Indonesia tengah dan waktu Indonesia timur. Selain itu ada pengumuman Larangan yang sepertinya cuma ada diBandara ini, tulisannya kalau tidak salah “dilarang makan buah pinang”, masih ada ngak ya tulisannya. Saat mengunjungi kota Jayapura, Ayah memang mendapati banyak sampah buah pinang hasil “olahan” di jalan-jalan, sedikit risih memang, kalau yang tidak terbiasa. Sepertinya orang sini sudah biasa mengunyah buah pinang. Mengetahui kebiasaan ini, mungkin pengelola bandara memasang tulisan yang tidak ditemui di bandara lain.

Ketika di dalam Bandara, ada seseorang mendatangi Ayah dan bermaksud menitipkan sesuatu untuk diserahkan kepada temannya di Bandara Soekarno Hatta, katanya sih berita hasil ulasan beliau selama di Jayapura. alasan tidak mengantar sendiri karena tidak punya biaya. Awalnya Ayah bersimpati dan setuju untuk membawakan titipan dari beliau, namun karena sikap egois Ayah lebih tinggi, akhirnya titipan tersebut ayah tolak. “nanti gimana kalo saya sampai bandara Soekarno hatta tidak ada orang yang mengambilnya, saya nunggu donk” begitu ayah beralasan. beberapa kali, jadwal pesawat yang ayah naiki pernah delay, berjam-jam lamanya. nanti pas Ayah buru-buru mau pulang kerumah, gara-gara menunggu orang yang akan menerima barang tidak datang, Ayah  mesti menunggu. ” nanti saya telpon mas, biar orangnya standby” begitu ujarnya. Meskipun sudah meyakinkan Ayah, namun sikap egois Ayah mengalahkan ayah untuk beramal kepada orang ini (maaf ya mas).

diruang tunggu

Saat menunggu pesawat yang akan mengantarkan Ayah datang, seseorang menghampiri Ayah, dan bertanya,

seseorang : “mas dititipin barang ya sama orang yang diluar?” ,

Ayah : “ngak jadi mas, nanti saya yang repot lagi kalo orang yang diJakartanya belum dateng-dateng”

seseorang: ” iya mas, untung mas ngak mau, saya juga tadi dititipin, tapi langsung saya tolak”

Ayah :” kenapa emangnya mas?”

Seseorang : iya, kita kan ngak tau isinya apa, kalau isinya Narkoba, nanti kita ditangkap, padahal kita tidak tau apa-apa, niatnya mau menolong”

langsung, Ayah sadar, oh iya ya, Ayah ngak ngeh sebelumnya, seandainya hal itu terjadi, bisa-bisa ayah ditangkap tanpa tau salah ayah apa. (salah Ayah adalah terlalu lugu, kenapa mau dititipin barang yang kita ngak tau isinya apa), terlepas dari apa isi barang yang akan dititipkan, adalah hak kita untuk mengetahui isi dari barang tersebut. Jangan sampai keluguan kita mengalahkan logika berpikir kita, Untung Ayah egois (loh kok)??

Selamat berkat keegoisan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s