Kapan giliran kita?

Membaca blog yang diposting teman di group whats app, membuat Ayah terinspirasi melanjutkan tulisan yang sudah lama tertunda.

Lebaran 2013

“tumben pak Wir ngak keliatan pah” begitu ujar Ayah kepada Engkong, biasanya selesai sholat Idul Fitri, beliau sudah standby didepan rumah om Iwan, menyapa warga sekitar yang ingin saling bermaaf-maafan dan bersilaturahim sambil menikmati Mie ayam racikannya. Termasuk Ayah yang biasanya sudah mulai bosen hidangan khas Lebaran opor dan teman-temannya. “Sudah meninggal, kira-kira tiga bulan yang lalu” ujar Engkong

Keberadaan pak Wir, begitu Ayah biasa memanggilnya. Laksana oasis ditengah gurun pasir, memberi kesegaran disaat manusia membutuhkan minum digurun pasir yang panas dan terik. Ketiadaannya pada Lebaran kali ini membuat pengaggum mie Ayamnya harus kecewa, karena sudah tidak bisa menikmati kelezatan mie racikannnya.

25 Agustus 2013

Saat bangun pagi, henpon sudah berkedip-kedip, tanda ada pesan baru masuk, lihat isinya ternyata dari om Anto, teman ditempat pertama Ayah bekerja. Om Anto mengabarkan kalau cang Rohim sudah meninggal. Inalillahi wa Inaillaihi wa ina illaihi rojiun. Tak disangka begitu cepat, kira-kira umur 32 tahun, dan seperti sudah default Ayah bertanya ke om Anto, kenapa om sakit ya?
Sebelum pesan terbalas, segera Ayah buka facebook dan search nama cang rohim di list teman Ayah. Saat terbuka, sudah banyak ucapan duka cita di wall cang Rohim, ternyata beliau sudah tiada, selamat tinggal cang Rohim, mudah-mudahan diluaskan kuburnya, dan di terima segala amal-amalnya

Rohim

Kenangan bersama cang Rohim, saat dikantor lama

16 Oktober 2013

Pagi-pagi udah ada WA (Whats app) dari om Tri, kata beliau, kakak kandungnya meninggal semalam, sungguh kaget, apalagi bagi om Tri yang merupakan keluarga dekatnya. dan beliau sedikit menyesal, karena di hari-hari terakhirnya, belum sempat bertemu dengan kakaknya tersebut.

Seringkali kita baru menyesal jika ada orang terdekat kita meninggal, menyesal karena jarang berbuat baik, tidak perhatian, ada janji yang belum terpenuhi, dan sebagainya. Mungkin syair lagu “If tommorow never comes” yang dipopulerkan Ronan keating, bisa membuat kita tidak menunda untuk melakukan berbuat baik kepada orang yang kita sayangi, sebelum ajal menjemput. lagu ini pertama Ayah dengar saat mendatangi sebuah seminar diJakarta, dan Ayah tersentuh dengan arti syair lagu ini

Sometimes late at night
I lie awake and watch her sleeping
She’s lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

‘Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you’re thinking of
If tomorrow never comes

Jika ada yang meninggal di sekitar kita, sering kali kita terbiasa bertanya penyebab kematiannya, sakitkah, atau memang sudah umur (baca sudah tua). Padahal penyebab kematian bisa apa saja, sakit, tua, kecelakaan, dibunuh, bencana alam, musibah kebakaran, tersetrum, jatuh dari atap, dan lain-lain. yang pasti kematian akan menjemput kita, adapun metodenya bisa macam-macam. Ayah percaya tanpa sebab apapun, kalau waktunya sudah tiba, kematian akan menjemput kita. Kematian tidak mengenal kaya atau miskin, tokoh masyarakat atau sampah masyarakat, orang sukses atau orang bangkrut, kalau sudah waktunya kematian akan menghampiri kita dimanapun dan siapapun kita.

dalam Agama Islam, ada banyak Ayat yang menjelaskan tentang kematian, berikut salah satunya

kematian

Terkadang kita baru diingatkan akan datangnya kematian ketika orang terdekat kita meninggalkan kita terlebih dahulu, tapi tidak ada yang tahu, kapan giliran kita? bisa lebih cepat dari orang-orang terdekat kita atau orang yang kita cintai, siapkah kita menemui kematian? apakah sudah cukup bekal kita untuk menghadap sang pemilik jiwa ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s