1st experience, Jalan-jalan ke Gunung Fuji (Part-1)

1 July 2013

Meskipun tubuh ini masih lelah karena kemarin malam berjalan-jalan di Odaiba, pagi ini Ayah dan Bunda harus segera bersiap-siap untuk kunjungan ke Gunung Fuji. Bersama om Alam, isteri dan anak-anak om Alam, Ayah dan Bunda mengejar kereta pagi (shonan Shinjuku line) dari Musashi Kosugi menuju stasiun Shinjuku untuk naik highway bus menuju Kawaguchi stasiun.

Sebenarnya ada beberapa alternatif transportasi yang bisa dipilih untuk menuju area Gunung Fuji, ada kereta peluru (bullet train a.k.a shinkansen) ngeteng menggunakan local train atau menggunakan highway bus. Opsi terakhir ini dipilih karena selain biayanya yang lebih murah, perjalanan menggunakan highway bus bisa menjadi pengalaman tersendiri, maklum disini, kemana-mana seringnya naik kereta. Biaya tiket untuk satu dewasa menggunakan highway bus 3400 yen (PP/roundtrip), sedangkan untuk anak-anak cukup setengah harga dewasa (1700 yen), untuk yang mau reservasi bisa melihat disini http://highway-buses.jp/fuji/

Meskipun sudah 4 kali mengunjungi negeri sakura, baru kali ini Ayah mendapat kesempatan mengunjungi Gunung Fuji, kebetulan pada kunjungan kali ini, Bunda ikut menyusul ke Jepang, jadi sekalian aja jalan-jalan kesalah satu ikon negeri sakura ini.

??????????

sampai di stasiun Shinjuku

Sampai stasiun Shinjuku, kita segera mencari terminal highway bus, Alhamdulilah ngak sampe nyasar, ketemu juga terminal highway bus. Jangan membayangkan terminal bis seperti di Indonesia, karena terminal yang dimaksud hanya tempat pemberhentian bis sementara berupa halte-halte bukan sebuah area yang luas seperti terminal-terminal di Indonesia. Di dekatnya ada loket tempat menukar printout reservasi, sekaligus tempat pembayaran tiket.

??????????

Terminal highway bus

Setelah penukaran tiket reservasi dan pembayaran selesai, saatnya menunggu bis yang akan dinaiki.

Tidak sampai setengah jam, tibalah bus yang menuju stasiun kawaguchi diumumkan, sebelum masuk kedalam bis, pak supir pun memeriksa dan mencocokan tiket dengan data miliknya. Hebatnya supir bus disini, melakukan semua sendiri, tanpa ada kernet bus yang membantunya, mulai dari memasukkan barang bawaan penumpang, memeriksa tiket sebelum masuk kedalam bus, dan pastinya nyetir bus. Selain itu supir bus juga akan mengumunkan halte/pemberhentian selanjutnya. Beda ya sama supir bis di Indonesia, kalo supir bis di Indonesia mungkin sudah kecapean menghadapi kemacetan tiap hari, makanya SOPnya cuma nyetir, hehehe.

Perjalanan menuju gunung Fujipun dimulai, bus memasuki jalan tol, serunya, diperjalanan kita mendapat sajian pemandanga bukit nan hijau di kiri dan kanan jalan, jadi berasa di Indonesia.

gunung fuji1

Foto pemandangan menuju gunung Fuji.

Kawaguchi ko station

Setelah melewati FujiQ highland, tempat arena bermain dikawasan gunung Fuji, sampailah bus yang Ayah naiki di stasiun kawaguchiko, dari sini perjalanan akan dilanjutkan menggunakan bus yang khusus beroperasi di sekitar gunung Fuji (Retro bus).
Ada 2 rute bus yang beroperasi disekitar gunung Fuji yaitu yang berputar disekitar danau Kawaguchiko, dan yang berputar di danau Saiko dan danau Kawaguchiko. Untuk retro bus yang berputar di area kawaguchiko saja, harga tiketnya sebesar 1000 yen (anak- anak 500yen) sedangkan yang berputar di area Kawaguchiko dan Saiko-Aokigahara sebesar 1300 yen (anak-anak 650yen).Harga tiket sebesar itu adalah harga unlimited selama dua hari, kita bisa naik dan turun kapan saja selama bus masih beroperasi (jadwal terakhir bus sekitar pukul 5.30 sore). Sebenarnya masih ada satu danau lagi yaitu danau Yamanako, namun karena letaknya yang cukup jauh dan waktu berkunjung hanya satu hari, jadi rencana kunjungan ke Danau Yamanako dibatalkan

??????????

Ini dia penampakan bus yang rutin berputar

Saat menunggu retro bus danau Saiko, di depan stasiun Kawaguchiko sempat bertemu keluarga asal Indonesia yang berkunjung ke Jepang ala backpacker, mereka sudah beberapa hari di Jepang, sudah berkunjung ke Osaka, Kyoto, Gunung Fuji, dan besok berencana ke Yokohama. Ayah, Bunda, om Alam dan isteri banyak diceritakan tentang kunjungan keluarga ini ke negara-negara lain tentunya dengan tips-tipsnya, jadi terinspirasi merencanakan jalan-jalan bersama keluarga, mudah-mudahan diberikan rezeki dan kesehatan supaya bisa backpakeran sama mas Nara dan dede Ran.

??????????

Foto dulu di depan stasiun kawaguchi, sambil menunggu bus

Setelah mendapatkan informasi yang cukup, diputuskan untuk mengunjungi tempat terjauh dahulu, kemudian disusul tempat yang terdekat dengan stasiun. Pahit-pahitnya kalau ketinggalan bus, masih bisa jalan kaki, ngak lucu kan gara-gara ketinggalan bus, jadi orang hilang di negeri orang, hehehe

Saiko Iyashi No Sato Nenba

Tempat yang cukup jauh dari stasiun Kawaguchi  adalah Saiko Iyashi No Sato Nenba atau dikenal dengan desa penyembuh, lokasinya diantara danau Saiko dan hutan Aokigahara, kalau di peta letaknya ada dihalte nomor 69.

Begitu turun dari bis, aroma obat-obatan tradisional mulai terhirup, disini ternyata banyak dijual aneka obat-obatan tradisional. selain itu, backgroundnya, dikelilingi bukit-bukit, tempatnya cozzy banget deh, buat yang ingin santai dan menikmati hidup. setelah membayar tiket masuk sebesar 350 yen per orang (150 yen untuk anak-anak), mulailah mengeksplor desa tradisional Jepang ini,  Sebenarnya dari desa ini kita juga bisa menikmati pemandangan gunung Fuji, sayang si Fuji sedang malu hari ini, jadi deh foto yang seharusnya ada background gunung Fuji, tergantikan oleh tebalnya kabut.

Saiko nenba

wah kalau tinggal disini bisa sehat banget nih, hawanya sejuk, landscapenya bagus, dan tenang. pas buat yang pengen bulan madu.

Samurai dan Oshin

Saat akan turun dan melihat rumah lainnya, eh ada jasa penyewaan kostum tradisional Jepang (Kimono dan pakaian Samurai), harganyapun tidak terlalu mahal, hanya 500yen untuk satu set pakaian, bisa dipakai sepuasnya, disekitar desa, dan foto-fotopun dimulai

Oshin dan Samuraieh ada Samurai dan Oshin, hehehehe

oh iya, selain baju kimono dan baju samurai, juga disediakan baju ninja

bersambung ke part 2

2 pemikiran pada “1st experience, Jalan-jalan ke Gunung Fuji (Part-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s