Coto, Konro, saya kembali lagi

Sejak kunjungan pertama ke kota Makassar tanpa kehadiran Coto dan Konro, Ayah yakin akan kembali lagi ke kota ini untuk merasakan makanan khas Makassar. dan benar saja tanggal 4 September ini Ayah bersama om Sas, dan om Marthin, berencana kembali ke kota ini karena ada tugas kenegaraan (aka : tugas kantor)

4 September 2013
Hari keberangkatan pun tiba, setelah 2 jam perjalanan, sampailah Ayah, di bandar udara Sultan Hasanudin, bandara yang cukup keren. Om Sas dan beberapa teman lainnya sudah lebih dulu menginjakkan kaki di Makasar. Jadi deh kita janjian bertemu di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, setelah bolak balik ke bagian kedatangan dan keberangkatan, akhirnya ketemu juga sama teman-teman yang sudah lebih dahulu menginjakan kakinya di negeri ayam jantan dari timur.

Bandara Sultan Hasanudin

Bandara Sultan Hassanudin

Menggunakan dua mobil, Ayah, dan teman-teman lainnya, memulai perjalanan di pulau Sulawesi, Berhubung waktu sudah menunjukkan jam makan siang, kita diarahkan menuju pusat kota baru untuk santap siang, tujuannya adalah Coto Daeng Sirua. Akhirnya kesampaian juga nyoba makanan khas Makassar yang satu ini.

Sampai ditempat, sudah terlihat beberapa mobil dan motor terpakir didepan tempat makan ini, sepertinya warung makan ini cukup ramai, dan seperti dugaan Ayah, saat masuk kedalam warung makan ini, hampir semua tempat terisi, untungnya ada beberapa pengunjung yang baru selesai menikmati sajian di warung makan ini, jadi bisa menikmati santap siang di satu meja deh. Ayah jadi teringat perkataan seorang teman, “kalau mau tau enak atau tidaknya makanan di salahsatu warung, lihat saja jumlah pengunjungnya. ~cara klasik untuk mengetahui enaknya makanan, adalah banyaknya jumlah pengunjung~

Ada beberapa pilihan coto yang bisa dipilih yaitu daging, campur (daging dan jeroan), atau jeroan saja, tanpa pikir panjang Ayah pilih coto daging saja sebagai santap siang hari ini. Disajikan dengan mangkok kecil dan ketupat, layaklah makanan khas ini jadi makanan terlezat selama di Makassar (emang makanan traktiran alias gratisan selalu enak, apalagi pagi ini berhasil menolak sarapan nasi goreng dan omelet dipesawat)

Coto DG Sirua
Rasa rempahnya sangat terasa, mengutip kata-kata om Bondan, Maknyuss. cukuplah 2 ketupat menemani coto Daging sebagai bekal perjalanan selanjutnya. buat teman-teman yang ingin menikmati Coto ini bisa datang ke Jalan Abd DG Sirua no 10 Makassar.

Selesai makan, Ayah dan teman-teman berangkat menuju ke Bulo-bulo, daerah didekat Janeponto. Menembus ketidakteraturan lalulintas dikota Makassar, mulailah perjalanan menuju daerah satelit kota Makassar. Melewati Takallar dan Janeponto, sampailah ditempat yang dituju desa Bulo_bulo, ternyata lokasinya cukup jauh, 3 jam perjalanan habis untuk sampai daerah yang dituju. Saatnya menunaikan tugas kenegaraan.

Kira-kira satu jam, selesailah tugas kenegaraan, waktunya kembali ke kota Makassar. Dalam perjalanan kembali ke kota Makassar, perut Ayah dan teman-teman mulai bernyanyi, ternyata bekal Coto dengan dua buah ketupat tidak cukup mumpuni untuk perjalanan kali ini. Untungnya dalam perjalanan ,Ayah dan teman-teman banyak bercakap-cakap, jadi tak terasa sampailah kita dikota Makassar. Tujuan pertama saat kembali ke kota Makassar, adalah ke tempat makan untuk menunaikan hak si perut.

Dengan muka pucat dan perut keroncongan sampailah Ayah dan teman-teman menuju tempat makan favorit, Ratu Gurih, tempat makan yang menyediakan Ikan laut dan teman-temannya. Untungnya masih banyak ikan yang available, goreng, bakar, bumbu rica segera dipesan. Dengan menu pembuka otak-otak ikan tenggiri, akhirnya perut kembali tersenyum.

Ratu gurih

Sejak menjejakan kaki pertama kali (eh kedua dink) di tanah Sulawesi, ikan menjadi menu favorit Ayah dan teman-teman, karena selain ikannya yang masih segar, harganyapun tidak terlalu mahal. Cocoklah dijadikan menu santap siang ataupun malam

5 September 2013

Break dulu dari tugas kenegaraan, saatnya santap siang, kali ini tempat makan yang dituju berada dekat hotel, namanya Apong, sepertinya menyediakan ikan laut dan produk derivatifnya.

Saat teman-teman memesan menu utama, otak-otak pun disajikan sebagai pembuka, sambil ngobrol-ngobrol, tak terasa beberapa otak-otak masuk kedalam perut, otak-otak sepertinya jadi menu wajib ditempat makan yang menyediakan hidangan laut, pulang ke Depok harus bawa makanan yang satu ini nih, hehehe

Saatnya menu utama tiba, tanpa dikomando, langsung saja hidangan utama di serbu, ikan rica-rica, ikan bakar, cumi tumis mentega, udang, palu mara, kangkung cah asap, rasanya mantaaap. Santap siang kali ini agak sedikit kalap, maklum pagi hari tadi berhasil menolak sarapan yang disediakan hotel, jadi perut seperti minta hak lebih dari biasanya, hehehe.

Apong1

Akhirnya selesailah santap siang kali ini, masih ada beberapa hidangan yang tidak habis, namun karena daya tampung perut sudah tidak ada lagi, jadilah sisa makanan dibungkus dan dibawa teman-teman lainnya. Hampir semua makanan yang disajikan enak-enak, namun setelah menimbang, juara santap siang hari ini adalah kangkung cah asap, rasanya cocok dengan selera Ayah.

Oleh-oleh
Selesai tugas kenegaraan hari ini, saatnya mencari buah tangan khas Makassar. Salahsatu oleh-oleh yang sering dibawa teman-teman jika berkunjung ke kota ini adalah krupuk bawang dan kacang disco. Setelah tanya-tanya om Ardy, om Firman dan bantuan navigasi dari google maps, ketemulah tempat pusat oleh-oleh khas kota Makassar dan Sulawesi. Nama jalannya Sumba opu. Dibagian depan jalan ini sudah ada tulisan shopping center yang mengindikasikan memang disinilah tempatnya mencari buah tangan.

Dikanan kiri jalan Sumba Opu, ada toko-toko yang menjual kerajinan tangan, pernak-pernik dan pastinya makanan, ada kerupuk bawang, kacang Disco, Baghea, dan teman-temannya. Segera kita berhenti didepan salahsatu toko yang menjajakan banyak buah tangan yang berupa makanan

??????????

Keluar toko oleh-oleh, om Firman memberi tahu, di toko sebelah ada yang menyediakan otak-otak, sayang saat ditanyakan, otak-otaknya sudah sold out alias habis terjual. Untungnya dapet rekomendasi tempat penjual otak-otak dari drivernya om Birins, namanya otak-otak Ibu Elly, tempatnya di jalan kijang no 7C-D.

Otak-otak Ibu Elly

Pantai Losari
Selesai beli oleh-oleh di Sumba Opu, saatnya berkunjung ke pantai Losari, kebetulan lokasinya berdekatan dengan Sumba opu, jadi bisa sekalian, menuju pantai ini. Jadi ingat, pada kunjungan sebelumnya hanya sempat lihat-lihat tulisan pantai Losarinya saja, belum sempat jalan-jalan dipinggir pantainya.

Setelah mobil terparkir dengan sempurna, mulailah aksi foto-foto dimulai, kebetulan ada masjid terapung yang sebelumnya Ayah lihat digalery foto XL center. Banyak penjaja pisang epe, ingin rasanya mencoba rasa penganan khas yang satu ini, namun apa daya perut ini masih terasa kenyang karena makan siang ini. Mungkin dikesempatan yang lain bisa menikmati makan yang banyak dijajakan di pantai Losari ini.

pantai Losari

Konro Kareboshi

Puas menikmati sunset di pantai Losari dan sholat berjamaah di Masjid Terapung (Amirul Mukminin), saatnya menikmati makanan khas Makassar lainnya, yaitu Konro. Konro yang beruntung dapat kunjungan Ayah kali ini adalah Konro Karebosi. setelah tanya-tanya om Ardy dan bantuan navigasi Google, ketemu juga tempat makan yang satu ini. letaknya ada di jalan Gunung Lampobattang.

saat masuk ke rumah makan ini, ada beberapa pengunjung yang berdiri menunggu antrian, selidik punya selidik, ternyata mereka menunggu tempat makan, karena akan membawa banyak orang untuk makan disini, untuk Ayah, berhubung Ayah hanya berempat, mejanya sudah tersedia, bergabung dengan pengunjung lainnya. segera pesan Konro Bakar, sebagai menu makan malam kali ini

Karebosi

berikut penampakannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s