Nasi Goreng Rendang & Teri Medan for Bunda

Biasanya menjelang, saat dan setelah lebaran mayoritas keluarga menyediakan makanan yang hampir mirip seperti opor ayam, rendang, dan produk turunannya. Main ketempat family, ketemu makanan itu, main kerumah teman ketemu makanan itu, jadi deh orang-orang bosen makan-makanan yang itu lagi itu lagi, mungkin ini yang membuat beberapa makanan tersisa termasuk makanan terlezat di dunia, rendang. Mungkin alasan ini juga yang membuat, banyak orang bersilaturahmi ke tukang bakso di hari lebaran, hehehe

Mensiasati agar sisa makanan (terutama rendang) bisa dioptimumkan, di lebaran tahun ini ayah berniat mengolah sisa rendang menjadi Nasi goreng rendang. Ide ini awalnya dicetuskan oleh om Tri, katanya, dia sudah pernah bikin nasi goreng rendang dirumahnya, dan rasanya enak. Memang dua tahun yang lalu saat Ayah dan teman-teman (termasuk om tri) masih sering makan diluar, beberapa kali kita memesan nasi goreng rendang di rumah makan padang dibelakang kantor, dan rasanya Oishi ne.

Trial

Seperti telah di perkirakan sebelumnya, sisa rendang dilebaran kali ini cukup melimpah. Uji coba pertama, karena resource rendang cukup melimpah, pada ujicoba kali ini jumlah rendang yang di gunakan cukup fantastis 3 potong untuk satu setengah porsi, caranyapun masih simple, yaitui siapkan minyak goreng, setelah panas nasi beserta rendang yang sudah di potong kecil-kecil dimasukkan, dan di goreng, hasilnya sudah lumayan karena terdompleng rasa dari rendang, namun masih belum optimum. Ujicoba selanjutnya adalah mengurangi jumlah rendang dalam porsi nasi goreng yang akan diolah, karena hasil dari percobaan sebelumnya rendangnya terlalu banyak, jadi tidak berasa nasi gorengnya, hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Begitupun percobaan-percobaan selanjutnya, selalu mendapat input dari hasil sebelumnya. Sampai akhirnya Ayah merasa pas dengan olahan nasi goreng rendang yang kesekian kalinya.

Pertama-tama siapkan nasi putih dan rendang, kalau Ayah biasa buat 1 potong rendang untuk 2 porsi , dulu pernah buat 1 potong untuk satu porsi.jadi terlalu banyak dagingnya, jadi sekarang pasnya 1 potong rendang untuk dua porsi (Ayah dan Bunda). Setelah nasi dan rendang telah siap, rendang kemudian di potong kecil-kecil atau disuir (kalau Ayah senangnya di suir, sambil memisahkan lemak yang menempel pada daging).
Setelah rendang disuir, bumbu rendang dan bumbu nasi goreng di aduk rata. Untuk bumbu nasi goreng ayah mempergunanakan bumbu Nasi goreng instan, dan menurut Ayah yang cocok dengan selera Ayah bumbu Nasi goreng bamboe. Proses pengadukan dilakukan sebelum nasi di masukkan kedalam penggorengan.

Berikut foto nasi yang sudah dicampur suiran rendang beserta kuah rendang/saus rendangnya dan bumbu nasi goreng instan.


Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan bumbu tambahan yang akan ditambahkan seperti cabe rawit (jika ingin pedas), garam, dan kecap (sesuai selera). Untuk cabe rawit bisa di ulek kasar atau di iris, kembali lagi keselera, kalau Ayah lebih cenderung memilih iris cabe yang akan digunakan untuk menambah pedas.

Masukkan sedikit minyak dan margarin, setelah panas, masukkan irisan cabe rawit kedalam minyak, agar rasa pedas menyebar, saat menumis cabai yang diiris, cabai ditekan hingga biji-biji capai keluar, setelah itu masukkan nasi yang sudah dicampur suiran rendang, dan bumbu nasi goreng kedalam wajan kemudian diaduk rata dengan tumisan cabe, tambahkan garam secukupnya dan kecap (sesuai selera), aduk- aduk nasi goreng menggunakan api sedang, setelah dirasa sudah matang, nasi goreng siap disajikan kedalam piring. Tambahkan ketimun, kerupuk, atau martabak sesuai ketersediaan dan selera. Dinikmati bersama keluarga tercinta menambah nikmat citarasa nasi goreng rendang.

Foto nasi goreng rendang, Selamat makan, itadakimasu

 

Nasi Goreng Teri Medan
7 Juni 2012
Sepulang dari Medan, Ayah membawa teri Medan, jadi semangat untuk mencoba menu baru, yaitu Nasi goreng teri medan.
Caranya hampir sama dengan membuat Nasi goreng rendang,

Pertama-tama siapkan nasi putih dan bumbu nasi goreng, kemudian nasi putih dan bumbu nasi goreng di aduk rata. Proses pengadukan dilakukan sebelum nasi di masukkan kedalam penggorengan.

Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan teri Medan, kalau Ayah dan Bunda senangnya teri medan di goreng terlebih dahulu sebelum di campur dengan Nasi goreng. Setelah teri medan di goreng kering, kemudian teri ditiriskan (agar tidak setiap saat akan membuat Nasi goreng teri medan, kita perlu menggoreng teri Medan, maka Ayah dan Bunda menyiasati dengan menggorengnya diawal, dan menyimpannya di wadah tertutup, jadi saat diperlukan, tinggal mengambilnya saja)

Seperti nasi goreng rendang, bumbu tambahan juga diperlukan dan komposisinya sama seperti cabe rawit hijau atau merah (sesuai selera), garam, dan kecap (sesuai selera). Untuk cabe rawit bisa di ulek kasar atau di iris, kembali lagi keselera, kalau Ayah lebih cenderung memilih iris cabe yang akan digunakan untuk menambah pedas.

Masukkan sedikit minyak dan margarin, setelah panas, masukkan irisan cabe rawit kedalam minyak, agar rasa pedas menyebar, saat menumis cabai yang diiris, cabai ditekan hingga biji-biji cabai keluar, setelah itu masukkan nasi yang sudah dicampur bumbu nasi goreng kedalam wajan kemudian diaduk rata dengan tumisan cabe, tambahkan garam secukupnya (karena teri Medan sendiri sudah asin, garam yang perlu ditambahkan cukup sedikit saja, bahkan kadang-kadang Ayah tidak menambahkan garam pada nasi goreng, cukup rasa asin dari teri medan saja) dan kecap (sesuai selera), aduk- aduk nasi goreng menggunakan api kecil, kemudian tambahkan teri medan kedalam nasi goreng dan diaduk-aduk menggunakan api sedang, banyaknya teri medan yang akan dicampur sesuai selera, kalau Ayah sih satu sendok makan untuk 2 porsi Nasi goreng, setelah dirasa sudah matang dan sudah pas rasanya dengan keinginan kita, nasi goreng teri medan siap disajikan kedalam piring.

Foto nasi goreng teri Medan
Tambahkan sosis goreng, ketimun, tomat, kerupuk, atau martabak sesuai ketersediaan dan selera. Dinikmati bersama keluarga tercinta menambah nikmat citarasa nasi goreng teri medan. Berasa sedang berada di Medan, ini Medan Bung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s