Terselamatkan kepiting Dandito

Senin 3 October 2011

Tugas kenegaraan kali ini bertempat di ibukota Kalimantan timur, Samarinda, bisa dibilang ini kali pertama Ayah menuju provinsi paling timur pulau Kalimantan. berhubung belum ada bandara di Samarinda, Ayah, om Sas, dan om Ucin berangkat melalui Balikpapan.

Sampai di bandara Sepinggan, Balikpapan

Sampai di Balikpapan, Ayah dan teman-teman masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan mobil dengan waktu tempuh berkisar 3-4 jam bergantung keadaan jalan, dan jam terbang pengemudi.

Udang Galah yang tak terlupakan

Jum’at, 7 October 2011
Selama berada di Samarinda, tidak ada hal yang menarik untuk diceritakan, jadi Ayah langsung ke hari terakhir di Samarinda.

Hari terakhir di Samarinda, Ayah, om Sas dan om Ucin berencana mencari souvenir dan oleh-oleh khas Samarinda. Tempat oleh-oleh pertama yang dikunjungi adalah official store yang menyediakan kaos kesebelasan Persisam, kayaknya oke nih buat mas Nara. Sayang saat sampai disana tokonya belum buka, gagal deh beliin kaos bola buat mas. Selanjutnya Ayah dan teman-teman menuju pusat oleh-oleh khas samarinda yang merupakan usaha gabungan UKM di samarinda. Selain buah tangan yang berupa makanan seperti kuku macan, amplang dan abon kepiting, ditempat ini bisa juga didapatkan kaos khas Samarinda.

Lelah mencari oleh-oleh, tak terasa sudah mau masuk waktu sholat Jum’at, mampir sejenak ke masjid terdekat untuk menunaikan sholat Jum’at

 Bagus kan masjidnya

Agar tidak terburu-buru mengejar penerbangan besok pagi, diputuskan siang ini kita menuju kota Balikpapan dan menginap disana.

Perjalanan kembali ke Balikpapan ditempuh melewati rute yang berbeda dengan saat berangkat, yaitu melalui kota Tenggarong. Ditambah informasi pak driver, kalau disekitar kota Tenggarong ada tempat makan yang enak, dan jika masih memungkinkan, pak driver berjanji mengajak kita untuk melihat-lihat museum dikota ini.

Berbeda dengan jalan menuju kota lainnya, jalan menuju kota Tenggarong, sunguh apik, selain jalannya yang sudah rapih di cor, di sepanjang jalan ada taman yang terawat, seolah menunjukkan bahwa kota yang akan kita tuju adalah kota yang makmur.

Sebelum melewati jembatan kota Tenggarong, pak driver mengambil jalan memutar, dan berhenti di rumah makan, katanya disini nih tempat makan yang menyediakan udang galah madu yang enak. Pak driver tau aja, kebetulan, perut sudah mulai keroncongan, langsung saja pesan udang galah madu yang super duper enaaak.

Setelah menunggu beberapa saat, pesananpun diantarkan, udang galahnya superduper besar, sepertinya enak nih

gimana udangnya? besarkan, dinikmati bersama sambal, menambah citarasa udang galah.

Selesai menikmati udang Galah perjalanan dilanjutkan kembali, kali ini Ayah om Sas dan om Ucin melewati jembatan kutai kertanagara yang tidak lama ini kena musibah, rubuh kedasar sungai.

Ini dia foto dari atas jembatan saat masih berdiri.

Dari atas jembatan kutai kertanegara kita bisa melihat seperti pulau kecil di tengah sungau, menurut driver yang mengantar Ayah “pulau kecil” tersebut merupakan tempat makam raja kutai negara. Dan bisa dikunjungi, namun karena waktu tidak memungkinkan, ngak jadi deh mampir kesana.

Foto menara tidak jauh dari Jembatan tenggarong

Batubara disepanjang sungai
Perjalanan menuju Balikpapan, ditempuh dengan menyusuri jalan disepanjang sungai Mahakam? Sungainya lebar, dan dalam sehingga banyak kapal-kapal besar yang berlayar disungai ini. Selain kapal, banyak juga terdapat tongkang yang berfungsi untuk mengangkut batubara, dikanan kiri sungai banyak kita dapati batubara yang sudah siap angkut.

Kapal tongkang Pengangkut batu bara

Sesampainya di persimpangan bukit suharto, perut beberapa teman mulai bermasalah, om Sas, om Ucin termasuk driver yang mengantar kita, merasakan perutnya sakit dan bergegas menuju toilet.

Perjalanan dilanjut kembali, sampai kota Balikpapan sudah masuk waktu magrib, Ayah, om Sas dan om Ucin segera mencari penginapan, setelah dapat hotelpun urusan perut sakit masih saja berlanjut, om Sas dan om Ucin beberapa kali bolak-balik ke toilet, dan hanya Ayah saja yang tidak merasakan sakit perut. Ada apa gerangan, kenapa hanya perut Ayah yang tidak bermasalah, selidik punya selidik, saat makan udang Galah ada satu yang tidak Ayah makan yaitu bagian kepala udang yg segede gaban. Mungkin itu yang menyebabkan sakit perut, benar-benar udang galah yang tak terlupakan

Kepiting khas Balikpapan
Mampir ke Balikpapan, tidak afdhol rasanya kalau tidak membawa buah tangan kepiting, maklum Ayah dan Bunda sudah kepincut kepiting Balikpapan, sampai-sampai kangennya menikmati kepiting Balikpapan, beberapa kali nitip ke rekan kerja yang kebetulan berkunjung ke Balikpapan.

Biasanya sih yang Ayah dan Bunda tau, kepiting yang super duper lezat itu adalah kepiting kenari, tapi berhubung kepitingnya habis, dan tidak bisa available besok pagi, akhirnya cari alternatif kepiting lain.

Dapat rekomendasi dari salah satu teman, kepiting yang tidak kalah nikmatnya, yaitu kepiting Dandito, cari-cari di web nomor telp kepiting Dandito, yes, akhirnya dapat. Jadilah sambil jalan menuju ke Tenggarong Ayah pesan (via telp) kepiting dandito untuk dibawa besok pagi.

Dandito

berikut nomor telp Dandito dan Kepiting kenari

Kepiting Dandito : 0542-764367 atau 0811-532368

Kepiting Kenari : 0542-764018

Sambil menuju bandara, pesanan kepiting Dandito siap dibawa.

Oh iya tips untuk teman-teman yang akan membawa oleh2 ini, pengalaman terakhir Ayah (22 February 2013), nomor lokalnya meskipun sudah ditelp berkali-kali, telpnya tidak diangkat, coba telp nomor mobilenya (kalau yg ini belum sempat coba, soalnya baru dapat nomor mobilenya saat update tulisan ini dibuat) cara lainnya adalah berangkat lebih pagi saat menuju bandara dan mampir ketempat ini, meskipun tulisannya tutup mereka bisa terima order, tapi ya harus nunggu 20-30 menit sampai kepitingnya matang.

ini nih kepiting lada hitam yang harus dibawa dari Balikpapan

Untung ada kepiting Dandito untuk dibawa pulang, kalau ngak bisa-bisa ngak boleh masuk rumah sama Bunda. thanks to Kepiting Dandito, terselamatkan deh Ayah kali ini, hehehe
Mantaw
Selain kepiting, Di balikpapan kita juga bisa menikmati mantau, mantau ini seperti bapau.

Update 22 February 2013 @bandara Sepinggan, sambil menunggu waktu boarding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s