Menikmati masakan Minang dinegeri asalnya part 2

7 Maret 2012

Buat Ayah dan teman-teman yang biasa tinggal di jadetabek (exclude bogor), suhu di kota Bukit Tinggi tergolong dingin, terutama bila malam menghampiri. Jadi beberapa hotel yang memiliki jendela ke udara luar, tidak dilengkapi dengan AC(air conditioner).

Untungnya semalam Ayah tidak pesan kamar yang ada ACnya, kalau iya, musim dingin diJepang kemarin bisa terulang lagi di Bukit tinggi. Kebetulan kamar yang Ayah pesan selain berbatasan dengan udara luar, juga disertai pemandangan sawah yang memukau. Jadi tidur bisa nyenyak menghirup udara segar, nikmatnya hidup di Bukit tinggi.

Bareh Solok

Hari ini training akan diadakan di daerah solok, perjalanan dari Bukit Tinggi ke arah solok ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Karena waktu tempuhnya yang cukup lama ayahpun tertidur di dalam mobil.

Tiba-tiba Ayah dibangunkan om Arie, katanya sampai Danau singkarak tuh, begitu mata ini terbuka, Ayah jadi tidak ngantuk lagi. Indah nian Danau ini, apalagi ditambah panorama bukit barisan dibelakangnya sungguh cantik. sayang belum bisa berhenti sejenak untuk foto-foto.

Foto dari mobil aja deh

Perjalanan dilanjut kembali, dan tidak berapa lama sampailah Ayah dan teman-teman di Solok. Hamparan sawah yang luas, seolah menunjukkan bahwa Solok memang salah satu penghasil beras terbaik. Teman-teman mungkin sering mendengar istilah Bareh Solok, yang artinya beras Solok.

Waktu, ditempat yang hawanya sejuk cepat berlalu, tak terasa, sudah waktunya jam makan siang. Atas rekomendasi teman diSolok, terpilihlah rumah makan Salero Kampung untuk menyajikan Bareh Solok dengan makanan khas Minang.

Tipikal penyajian makanan minang, dimana disajikan banyak lauk, dimeja dan kita dipersilakan mengambil makanan mana yang kita suka. Karena makanan terdekat hanya ada Sop, dan empal, maka terpilihlah empal sebagai pendamping bareh solok/beras solok.

Ngomong-ngomong soal beras, sedikit berbeda dengan kebanyakan beras dipulau jawa yang pulen dan menempel satu sama lain, beras diranah Minang cenderung tidak menempel antara beras yang satu dengan yang lain, jadi cocok untuk dihidangkan bersama masakan Minang dan untuk dibuat nasi goreng.

Sedang seru-serunya menikmati empal, tiba-tiba om Arie yang kebetulan duduk disebelah Ayah mengambil rendang dari sudut yang sangat sulit (jauh dari jangkauan maksudnya, hehehe). Wah kebetulan nih, Ini dia makanan terlezat didunia yang Ayah tunggu-tunggu untuk dicicipi. Namun sayang oh sayang rendang yang tersedia ternyata hanya satu saja, jadilah Ayah meminta bumbunya saja dan menikmatinya bersama sang empal yang menunggu untuk disantap.

Luar biasa efek bumbu rendang yang ditabur diatas bareh solok, meskipun hanya sedikit, tapi nikmat ngak ketulungan, kalo boleh meminjam istilah Bondan diacara kuliner, tingkat makanan ini maknyuss. Jadilah dibabak kedua, Ayah memesan rendang untuk, dan tak terasa bareh solok di wadahpun sampai habis, hehehe (doyan apa laper).

Ikan Bilih

Hawa sejuk yang menemani Ayah bekerja, cepat sekali berlalu, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, waktunya kembali ke bukit tinggi nih. Sudah berniat dalam hati, nanti saat perjalanan pulang melewati danau Singkarak, Ayah akan berhenti dulu untuk foto-foto.

Waktu yang ditunggupun tiba, ups mampir dulu beli oleh-oleh ikan bilih, ikan ini cuma ada di danau Singkarak

loh. Setelah negosiasi panjang om Arie dengan Uda penjual ikan Bilih, didapatkan harga sekilo ikan bilih 40rb rupiah. Jadi deh beli sekilo buat Bunda dirumah.

Foto ikan Bilih

Puas berbelanja ikan bilih, mampir sebentar untuk foto-foto di danau Singkarak, sayang cuaca agak sedikit mendung dan angin bertiup cukup kencang.

Foto Danau Singkarak

Kapuyuak

Sampai di kota Bukit tinggi sudah menjelang malam. Karena besok pagi Ayah sudah harus balik ke Jakarta, maka sebelum menuju hotel, Ayah bermaksud mampir ke salahsatu toko yang menjual keripik/kerupuk sanjai dan balado. Kata om Ambo, didekat hotel ada yang menjual keripik, jadi bisa puter-puter dulu. Kebetulan Om Arie pernah lihat ada toko yang menjual t-shirt khas kota minang, namanya Kapuyuak, kalau diartikan, artinya kecoa,hiiii

Menurut Ayah desainnya cukup bagus, bahanpun cukup Ok, selain t-shirt di toko ini juga menyediakan sandal (trompa japang). jangan lupa ya kalu ke Bukit tinggi mampir kesini

Baluik goreng

Selesai beli oleh-oleh, waktunya makan malam, Om ambo bilang, ada Lapau (warung) yang menyediakan Baluik Goreng (Belut goreng), kata om Ambo, dia sendiri belum coba, namun katanya lapau ini ramai pembeli terutama supir-supir truk dan bus. menurut ilmu perkulineran Om Ambo, dimana banyak supir ditempat makan, biasanya makanan disitu enak plus murah, jadilah malam ini Ayah dan teman-teman menuju Lapau Goreng Baluik Garegeh.

Baluik atau belut di Lapau ini bermacam-macam, ada baluik cabai merah, baluik sambal hijau, baluik rendang, semua dicoba dan juaranya adalah baluik cabe Hijau, karena baluiknya tidak keras dan rasanyapun nikmat.

Oleh-oleh

Tak afdol rasanya main kesuatu tempat tanpa membawa buah tangan, walaupun oleh-olehnya hanya berupa koteka (dulu waktu dari papua Ayah bawa apa ya, apa bawa koteka ya, hehehehe). Kalau di padang oleh-oleh yang populer di kalangan pelancong adalah kripik Balado, ada dua rekomendasi dari teman dekat yaitu kripik Balado christine hakim atau kripik balado serly (nulisnya bener ngak ya). Berhubung Ayah berangkat dari bukit tinggi, dan ada sedikit kekhawatiran tidak sempat mencari kedua kripik tersebut di koto (kota maksudnya) padang, Ayah terpaksa membeli kripik Balado di Bukit tinggi sehari sebelum kembali ke Jakarta.

8 Maret 2012

Agar tidak ketinggalan pesawat, usai sholat Subuh Ayah bertolak dari Bukit tinggi ke kota padang. Alhamdulilah sampai di Bandara Padang masih pagi,jadi bisa melihat-lihat sekitar. Bandara. Ternyata di Bandara ada toko yang menjual kripik christine Hakim, kebetulan nih pas dengan pesanan bunda. meskipun oleh-oleh yang dibawa tambah banyak, terbelilah oleh-oleh kripik Balado Christine Hakim

Ternyata, setelah dibanding-bandingkan rasa kripik yang dibeli di Bukit tinggi dan kripik christine hakim, ternyata lebih enak kripik christine hakim (memang rekomendasi banyak benernya).

Kunjungan ke negeri minang kali ini begitu singkat, banyak tempat dan kuliner yang belum sempat dikunjungi,

See you ngarai sianok, lubang Jepang, danau kembar, itik lado mudo, katupek Gulai paku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s