Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-5

11 Januari 2010

Left baggage

Sebelum jalan-jalan, Ayah, Bunda, tante Shandy dan om Toto sepakat untuk menitipkan barang bawaan di penginapan. Karena sore nanti, Ayah Bunda dan teman-teman Bunda berencana menuju Ayuthaya. dan agar perjalanan ke sana tidak terganggu dengan barang bawaan yang banyak, maka tas dititipkan di penginapan, biaya penitipan untuk satu buah tas adalah 20 bath per hari.

Hari ketiga di Thailand, awalnya Bunda mengusulkan untuk ke Supathra land sedangkan tante Denik mengusulkan untuk ke floating market. Namun karena siang/sore  hari ini Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda ada rencana ke Ayuthaya, dan khawatir akan telat jika jalan kesalah satu tempat itu, maka rencana jalan-jalan ke salah satu tempat tersebutpun di batalkan. diputuskan Ayah, Bunda dan teman-teman hanya akan berkeliling di Bangkok saja.

Masjid Cakrabongse

08.00

Ayah, Bunda, tante Shandy dan Om Toto menuju ke penginapan tempat tante Ayu dan tante Denik menginap, yaitu di lamphu house. Sesampainya di Lamphu house Ayah, Bunda tante Shandy, dan Om toto duduk-duduk di lobby Lamphu house, tidak berapa lama kemudian muncullah tante Ayu dan tante Denik. Karena restauran di Lamphu house baru buka pukul setengah sembilan, akhirnya Ayah, Bunda dan teman-teman menunggu sambil duduk-duduk di lobby. Sambil duduk-duduk, om Toto cerita kalau hari ini beliau sholat Shubuh berjamaah di Masjid di dekat penginapan. “Jangan-jangan di dekat masjid ada yang jual makanan halal” begitu kata tante Denik, langsung saja dipimpin om Toto, Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda menuju ke Masjid tempat om Toto Sholat Shubuh. Letak Masjid berada didalam gang, dan ternyata lokasinya tidak jauh dari penginapan di Soi rambuttri, namanya  Masjid Cakrabongse.

Setelah melihat-lihat masjid Cakrabongse,selanjutnya adalah mencari makanan halal, kebetulan saat mencari masjid tepatnya di depan gang masuk ada penjual nasi dan lauk-pauknya, Ayah, Bunda dan teman-teman bunda pun menuju ke depan gang. Saat menuju kedepan gang, ternyata di sekitar gang masjid ini, banyak penjaja makanan berlabel halal. Namun karena dari awal Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda sudah tertarik dengan penjual makanan yang berada di depan gang, segera saja kita memesan makanan.

Akhirnya bisa menikmati citarasa khas Thailand tanpa perlu merasa khawatir akan kehalalannya. Walaupun letak penjual makanannya berada di dalam gang, rasanya nikmat, pedas, mirip rasa masakan indonesia. untuk seporsi makanan komplit berkisar 30-50 bath, tergantung lauk/jenis makanan yang dipilih.

Letak gang yang menjual makanan halal ini kira kira 200m dari jalan soi rambuttri, tepatnya di depan Tang Hua Seng Dept. store.

Wat Arun

Setelah perut Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda sudah terisi, perjalanan hari ini pun dimulai, tujuan pertama adalah Wat Arun. Karena letak Wat Arun yang berada di pinggir sungai Chao Phraya perjalanan ke ke Wat Arun ditempuh dengan menggunakan perahu. sekilas tentang Khao-san road (bang lampoo area), meskipun didaerah ini banyak wisatawan menginap, namun karena letaknya cukup jauh dari stasiun sky train ataupun MRT. akses dari dan kesini akan banyak di dominasi  penggunaan perahu, Bis, taksi dan tuk-tuk. Seperti hari sebelumnya, untuk naik perahu, Ayah Bunda dan teman-teman Bunda menuju Phra Atit Pier. Belajar dari pengalaman kemarin, sesampainya di loket penjualan tiket, tante Ayupun memesan tiket untuk perahu berbendera oranye, harga pertiketnya hanya 13 bath, hampir setengah dari harga tiket untuk perahu berbendera biru.

Perahu berbendera orange lebih kecil dari pada perahu berbendera Biru, penumpangnya pun lebih melimpah ruah, jadi perahu ini selalu terlihat penuh. selain banyak di gunakan oleh wisatawan, perahu ini juga banyak digunakan sebagai alat transportasi warga lokal, tak terkecuali Biksu bahkan di bagian perahu berbendera orange ini ada space khusus untuk biksu. Maklum harga. Bisa dibilang beda antara perahu berbendera biru dan berbendera orange ini seperti kereta ekonomi dan kereta ekpress.

Untuk ke Wat Arun, kita perlu turun di Tha tien Pier(N8), kemudian dilanjut dengan naik “kapal feri” seharga 3 bath. eiit jangan membayangkan kapal feri yang besar dan bisa menampung puluhan mobil, kapal feri ini seperti perahu berbendera orange yang sebelumnya dinaiki.

Raja Siam

Sesampainya diseberang, Bunda, dan teman-teman Bunda terkaget-kaget, karena bertemu dengan Raja Siam, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Bunda segera ambil fotonya, ini dia fotonya

hehehe, ternyata bukan raja siam ya, lho kok ayah bisa jadi raja siam. oh iya buat teman-teman yang pengen foto pakai baju khas Thailand, ada beberapa penyedia jasa penyewaan pakaian di sekitar wat arun. nih foto-foto pakai baju adat disana.

selesai foto-foto menggunakan baju adat thailand, perjalanan dilanjutkan ke sebelah kanan jalan, ternyata ini semacam bangunan tempat menyimpan patung Budha yang dibawahnya terdapat foto orang-orang yang meninggal dunia.

Ternyata di bangunan yang banyak terdapat patung Budha ini tidak ramai, bahkan bisa di bilang sepi, hanya ada Ayah, Bunda dan teaman-teman bunda. wah kemana nih pengunjung wat arun, kok sepi, setelah melihat-lihat sekitar, pada bagian yang ada bangunan mirip stupa, disana banyak wisatawannya, segera kita tinggalkan komplek tersebut dan  melanjutkan ke tempat keramaian.

pat khong lat

Selesai menikmati kelapa dingin khas Thailand, karena keinginan untuk makan Durian khas Thailand masih menggebu-gebu, maka perjalanan dilanjutkan ke pasar pat kong lat, vegetable, fruit and flower market.

untuk menuju ke pasar ini,kita  bisa menggunakan perahu turun di memorial bridge Pier (N6), dari dermaga, jalan sedikit ke arah kiri, sepanjang perjalanan itulah pasar pat kong lat. Kalau dilihat tidak ada yang istimewa dengan pasar ini, mirip pasar Induk. sayur mayur yang dijual pun hampir sama dengan yang dijual di Indonesia, yang berbeda hanya ukurannya saja.

Setelah jalan agak kedepan, ketemulah flower market dan penjual buah-buahan. setelah melihat penjual Buah, Ayah segera teringat rasa jambu air yang nikmat dan segar, segera saja Bunda dan teman-teman membeli Jambu air sebanyak dua kilo gram untuk dinikmati dipinggir jalan.

Kenyang juga makan dua buah jambu air yang besar-besar, karena hari sudah siang, diputuskan untuk kembali ke kao-san road untuk makan, tentunya ditempat makanan hala yang berhasil ditemukan pagi ini. berhubung kaki ini sudah lelah, maka untuk kembali ke kaosan road Ayah, Bunda dan teman-teman bunda naik taksi. Tidak sampai 30 menit sampailah taksi yang dinaiki ayah di kaosan road. tarifnya tidak sampai 60 bath/4 : 15 bath (Rp.4500) per orang.

sesampainya di Kao san road, Ayah dan Bunda, tante denik dan tante Ayu kembali ke tempat makanan halal di dekat masjid. Sambil menunggu tante Shandy dan Om Toto, Ayah dan Bunda duduk-duduk di pinggir jalan, tak disangka sambil menunggu tante Shandy dan om Toto ada penjual durian yang lewat, segera Bunda memanggil pedagang durian tersebut dan menanyakan biaya satu buah durian, setelah negosiasi menggunakan kertas dan pulpen, akhirnya kita membeli satu buah durian monthong khas Thailand.

tidak lama setelah durian berpindah kepemilikan, tante Shandy dan om Toto sampai di depan gang masjid, berhubung perut sudah bernyanyi, maka Ayah, Bunda dan teman teman Bunda segera memesan makanan. selesai makan sesi selanjutnya adalah menikmati durian Monthong. rasanya nikmat, manis

Setelah perut terisi penuh, aktivitas dilanjutkan dengan Sholat dan melanjutkan perjalanan menuju Ayuthaya. Moda transportasi yang dipilih untuk ke Ayuthaya adalah kereta. terlebih dahulu Ayah Bunda dan teman-teman Bunda naik taksi dari Kaosan road menuju Hualumpong stasiun (tarif 69 bath). sesampainya di stasiun Hualampong, tante Ayu, dan Bunda segera antri untuk memesan tiket kereta menuju Ayuthaya.

Setalah tanya-tanya ke petugas loket, jadwal terdekat adalah pukul 16.10, kereta api tujuan Bangkok-Lop Buri seharga 15 bath dengan keterangan no seat yang artinya siapa cepat dia dapat, tapi jangan khawatir keretanya tidak rame kok, Ayah, Bunda dan teman-teman malah bisa memilah-pilih tempat duduk yang di inginkan. berikut foto tiket, kereta dan kondisi di dalam kereta.

kira-kira pukul 16.15, berangkatlah kereta yang ayah naiki dari stasiun Hualumpong menuju ke arah Ayuthaya, berhubung Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda tidak mengetahui posisi stasiun Ayuthaya, maka Bunda bertanya ke mbak-mbak yang duduk di depan Bunda, ” saya turun juga di stasiun Ayuthaya” kira-kira begitu kalo diterjemahin. kira-kira 2 jam perjalanan, sampailah Ayah, Bunda dan teman-teman di stasiun Ayuthaya.

Dari informasi yang di dapat, untuk sampai ke tempat Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda menginap, kita perlu menyebrang sungai, karena bingung tante Ayu berinisiatif bertanya ke “orang kantoran” yang kebetulan lewat, karena Ayah, Bunda dan teman-teman terlihat bergerombol dan kebingungan, maka orang lain pun ikutan nimbrung saat tante Ayu bertanya, tak terkecuali abang tuk-tuk yang sebelumnya sedang asik duduk sambil menikmati sate.Atas rekomendasi orang kantoran dan abang tuk-tuk yang meyakinkan diputuskan untuk naik tuk-tuk si abang dengan tarif 20 bath per orang.tidak sampai 10 menit sampailah Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda di penginapan yang sudah di booking “BannKunpra.

Selesai mandi Ayah, Bunda dan teman-teman berencana untuk cari makanan, setalah jalan agak jauh, tidak ditemukan juga tempat makan, tapi untungnya ketemu 7 eleven, segera saja Ayah, membeli makanan yang dirasa cukup mengenyangkan. namun karena masih penasaran, ayah, Bunda dan teman-teman masih trus mencari tempat makan segera saja kita bertanya ke bapak-bapak yang sedang duduk-duduk, ikut nimbrung juga mbak-mbak supir tuk-tuk yang sebelumnya tante Ayu stop, dapet petunjuk kira-kira 1.5 km ada night bazaar, dan ada yang jual muslim food (martabak). Segera Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda naik tuk-tuk menuju ke night bazaar, diluar dugaan di night bazaar ini banyak penjaja makanan halal.

Akhirnya malam itu ditutup dengan makan-makan

Prev part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-4

Next part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-6

6 pemikiran pada “Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-5

  1. Ass.. saya rencana ke Bangkok 10-14 juli 2011…dg anak2 semua 5 orang, baru pertama kali ke bkk, mhn informasinya kalau pesan hotel nya disana saja kira2 bisa nggak…..apakah bulan tsbt peak season…, sy ingin nginap dkt dgn mesjid tsb…, bisa recomended penginapan…, tks atas info nya.., semoga ayah bunda sehat selalu

    Suka

    1. Dear Mas? Elvis, berikut tanggapan saya.
      – Kamar Hotel :sepertinya sih bisa saja pesan hotel ketika disana, namun sebaiknya pastikan beberapa kandidat hotel yang akan dipesan, karena jika hotel yang satu penuh bisa ke kandidat hotel yang lain. browsing saja mulai sekarang, kira-kira di daerah mana akan menginap.
      – Peak season? saya sendiri kurang tau perkapan peak seasonnya
      – Penginapan saya saat dibangkok namanya Soirambutri village (www.rambuttrivillage.com). menurut saya dari budget cukup terjangkau dan lokasinya dekat masjid Cakrabongse, namun menjelang malam di depan jalan ini cukup ramai dengan cafe dan bar.

      Semoga membantu.

      Suka

      1. yth..ayah, bunda…
        1. di hotel rambuttri tsb rencana saya hanya ambil dua kamar saja, jd 1 kamar ada 3 org.., kira2 tipe kamar apa yg sy pesan..
        2. naik taksi di bangkok tsb apa boleh satu taksi naik 5 org…, mis. jika kita pergi ke objek wisata…. (anak sy 3 org
        , semua umur 15 thn kebawah)
        trm kasih atas informasinya…wss..

        Suka

      2. Dear Mas Elvis

        1. Kalo lihat dari http://www.khaosan-hotels.com/reservation.html, ada jumlah maksimum adult per roomnya, untuk yang berdua mulai dari junior double room. mungkin bisa di siasati pesan 2 kamar yang diperbolehkan 2 orang adult per roomnya, nanti satu kamar isinya bertiga dan satu kamar lagi isinya berdua, atau pilih yang untuk deluxe family sekalian, karena bisa satu kamar dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan pesan dua kamar.
        2. waktu saya di bangkok, saya biasa naik taksi ber empat, saya pikir bisa saja jika berlima, jika yang diangkut 3 orangnya adalah anak kecil.

        Semoga membantu

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s